*
" Dimana? Dimana!? Dimana!!! "
Prang!!!
Sebuah kamar mewah yang tak lagi berbentuk, begitu banyak berhamburan di lantai bahkan bercampur dengan beberapa pecahan kaca serta keramik. Sedangkan di pemilik kamar, Park JiWon masih terlihat panik, kedua tangannya yang bergetar terus meraba raba meja serta laci, matanya bergerak acak dan bibirnya bergetar dengan suara rintihan kepanikan yang amat kentara.
Semua isi baju di lemari nya dia keluarkan, bahkan apapun itu dia lemparkan keluar. Berdiri linglung, menatap sekitarnya dan meremat rambutnya hingga tak berbentuk.
" Aargghhhhhh!!! "
Berjalan keluar kamar, tepat ketika pintu itu di buka kasar olehnya, ada sekitar enam pelayan wanita yang biasanya bekerja melayaninya berdiri takut di depan pintu, bahkan mereka semua tidak ada satupun yang berani menatapnya.
" Siapa! Siapa yang berani memasuki kamarku!? Dimana obat ku!! "
Tidak ada yang berani menjawab, mereka semua bahkan semakin menundukkan kepalanya menatap kaki mereka yang bergetar. Tak mendapat jawaban, JiWon yang entah sejak kapan membawa sebuah pot mini terbuat dari keramik berkualitas itu di tangannya siap untuk dia lemparkan kepada para pelayan nya tersebut, tapi sebelum itu terjadi, sosok Jimin muncul di depannya.
" Kakak!! "
Mata JiWon segera berkilat, dia dengan cepat melangkah mendekati Jimin yang masih berdiri kaku di tempatnya. Dia baru saja kembali dari sesi pengobatannya di luar negeri bersama sang Ayah. Tapi setibanya di rumah di tidak menyangka akan mendapati sosok kakak nya yang telah cukup lama terkontrol akan kembali memperlihatkan taring nya. Mengamuk seperti orang kesetanan. Tanpa pikir panjang Jimin segera menghampiri nya setelah dia melihat gerak-gerik JiWon yang bersiap untuk melukai pekerja nya kembali seperti dulu. Sebenarnya Jimin telah memiliki firasat sebelumnya, apalagi di tambah dengan kaduan dari Taehyung yang mengatakan bahwa JiWon akhir akhir ini sering datang kepadanya seperti tanpa kenal lelah.
" Jimin! Jimin. Aku tahu kau pasti yang telah mengambil obat ku, kan? Ayo berikan padaku. Berikan padaku, Jimin!! "
Tubuh Jimin di guncang hebat oleh JiWon bahkan dia merasa sangat pusing olehnya. Di depannya, JiWon seperti telah hilang akal dibuatnya, terus berteriak meminta Jimin untuk segera menyerahkan obat yang dia maksudkan.
" Kakak, obat itu tidak baik untuk kesehatan mu! Aku sudah membuangnya, kakak tolong jangan- "
" APA KAU BILANG!!? BUANG!! KAU MEMBUANGNYA!!? "
BRAK
" AKH!! "
" JIWON!!! "
Sosok pria paruh baya berjalan nyaris berlari tergopoh-gopoh ke arah Jimin yang baru saja di dorong kuat oleh JiWon.
" A-Ayah.... "
Kepala Jimin yang baru saja terbentur pada salah satu sudut kaki meja rias kini telah mengeluarkan darah segar. Sang ayah dengan cepat memangku nya dan menatap sang putri yang masih kesetanan dengan wajah marah.
" Apa yang kau lakukan!? "
JiWon yang baru saja di bentak lantas menatap sang ayah dengan kaget lalu tatapan matanya jatuh pada kepala Jimin yang masih mengeluarkan darah meski telah di balut darurat oleh sang Ayah menggunakan kain seadanya, dengan kulit wajah pucat. Kedua tangan nya bahkan mengepal kuat, dia ingin mengatakan sesuatu tapi hanya dengan melihat darah itu seketika membuatnya mual.
" Bawa Jimin ke kamarnya, cepat! Obati kepalanya! "
" Baik tuan! "
Orang orang disana lantas segera menopang tubuh Jimin dan membawanya ke kamarnya. Sang Ayah Park tanpa raut wajah panik mulai berdiri dengan tenang memperhatikan putranya yang telah di bawa pergi oleh para pekerja nya tersebut. Dia adalah seorang dokter senior yang telah melihat banyak kasus, dan sekali lihat bahkan pegang, sang Ayah Park tahu bahwa luka di kepala Jimin tidaklah terlalu serius. Hanya sedikit tergores, tapi karena itu adalah kulit kepala yang sangat sensitif tentu saja akan mengeluarkan darah cukup berlebihan dari cidera yang di timbulkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
FanfictionJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
