JJKTH

3.3K 406 13
                                        

Diqi update yang dikit ini dulu, kemarin Diqi ga bisa update, ada banyak program kiranya yang harus Diqi ubah dalam pekerjaan. Mendekati akhir tahun bener bener bikin kesabaran di uji., apalagi kalo dapet bos dan rekan kerja yang somplak, ga bakal bisa kelar cepat!

Lanjut!















*

Setelah perbincangan singkat di meja makan, sampai saat ini Taehyung masih memikirkannya. Dia dan JungKook telah kembali ke dalam kamar, Taehyung sedang sibuk menggeledah rak penyimpanan makanan di kamarnya, sedangkan Jungkook duduk di sofa santai kamar mereka, fokus pada layar laptop nya yang menyala, memperlihatkan prosedur pekerjaan nya yang baru saja di kirim oleh sekretaris nya di Korea.

" Paman- sejak kapan kau dekat dengan Paman Min? "

" Muda. "

" Benarkah? Apakah kalian sebelumnya pernah tinggal bersama? "

" Tidak. "

" Tidak? Lalu, apakah dia sering mengunjungi mu sebelumnya? "

" Tidak tahu. "

Taehyung segera bangkit, bersama dua bungkus makanan ringan di pelukannya, membawanya ke arah JungKook dan menyodorkannya ke arahnya, pertanda minta di buka-kan. JungKook menerimanya, menatap Taehyung, sedikit protes namun tetap membukakan pembungkus makanan ringan tersebut.

" Jangan terlalu banyak makan, sudah malam, nanti perut mu sakit. "

Taehyung mendengus, menerima kembali bungkusan makanan yang baru saja di buka-kan oleh JungKook, mengambil posisi duduk di samping pria itu.

" Ini makanan ringan bukan makanan berat, sepuluh bungkus pun masih bisa ku tampung di perutku. Jadi jangan khawatir, bayi ku itu tong penampungan makanan. " ujar Taehyung dengan sedikit lelucon, menepuk perut bundarnya lembut. JungKook meliriknya tapi tak lagi protes. Sebaliknya dia kembali fokus pada pekerjaan nya tersebut, namun suara Taehyung kembali terdengar membuyarkan fokusnya itu.

" Paman- jika tidak tahu, lalu bagaimana caranya Paman Min bisa mencicipi masakan mu? Dari gayanya bicara tadi, dia tampaknya sudah cukup sering, kan?"

Jemari JungKook seketika kaku, dia juga perlahan ikut berpikir ke arah tersebut.
" Entahlah, aku sendiri bahkan tidak bisa mengingatnya dengan jelas. "

Taehyung dengan cepat menelan makanan di dalam mulutnya, menatap JungKook dengan sangat penasaran.
" Paman- apakah akibat kecelakaan mu itu juga telah merenggut ingatan mu tentang Paman Min? "

JungKook sedikit mengerutkan keningnya tidak senang, dia merasa bahwa dirinya memang dekat dengan Min Yoongi tapi di sisi lain dia bahkan tidak bisa mengingatnya dengan jelas, bagaimana cara serta seperti apa kedekatan mereka itu.

" Paman- "

" Taehyung....., apakah menurutmu sesuatu telah terjadi tanpa sepengetahuan ku? "

" A-apa? A-aku tidak tahu..... "

JungKook menatap Taehyung dengan lekat, sampai-sampai membuat Taehyung mendadak kaku, antara malu dan juga takut. Dia takut jika Jungkook-

" Aku merasa ada yang tidak beres disini. Seperti, sesuatu telah terjadi, tapi aku sendiri bahkan tidak tahu apa itu, atau mungkin, itu sendiri berkaitan denganku. Min Yoongi, aku merasa sangat dekat dengannya, tapi aku bahkan tidak tahu sejauh mana kami telah dekat sebelumnya. Karena semenjak aku terbangun dari kecelakaan itu, aku dan dirinya hanya bisa di hitung dengan jari untuk bertemu satu sama lain, itupun kami bahkan tidak banyak bicara. "

"............"

" Tidak hanya Min Yoongi, tapi juga Ayah mu sendiri, Kim Soohyun, dia seperti telah menyembunyikan banyak hal dari kita. Taehyung- apakah kau benar-benar tidak mengetahui sedikitpun tentang hal ini? "

O̶S̶I̶P̶Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang