JJKTH - JIMIN

3.9K 500 65
                                        












*

" Bisakah kau berjanji satu hal padaku? "

" Apapun itu. "

" Jangan bocorkan perihal ini pada siapapun, terlebih lagi pada JiWon. "

" Kenapa? "

" Aku tidak bisa menjelaskannya saat ini, tapi kau harus ingat, jangan memperlihatkan amplop ini padanya, simpan untuk dirimu sendiri. "

JungKook masih bisa mengingatnya dengan jelas, mulai dari raut wajah hingga nada suara yang JiSoo lakukan hari itu. Cukup mengherankan, meskipun dia tidak terlalu dekat dengan wanita tersebut, tapi baru kali ini JiSoo bahkan berani memberinya peringatan seperti hal tersebut.

JungKook berpikir dalam, kenapa setiap orang yang di kenalnya selalu memperingati dirinya, bahkan mereka ada yang secara terang-terangan menentang hubungannya dengan JiWon?

JungKook merasa tidak ada yang salah dengan hubungan nya bersama JiWon. Mereka telah bersama untuk waktu yang tidak sebentar, bahkan untuk mendapatkannya dulu, JungKook harus berjuang ekstra, meruntuhkan sikap dinginnya yang biasanya sulit untuk di dekati.

Terkadang dia mulai berpikir, dirinya kah yang bodoh atau orang-orang itu yang terlalu iri dengannya.

JungKook menghela nafas berat, di ranjangnya saat ini telah tersebar foto foto hasil USG Taehyung, belum di ketahui jenis kelaminnya tapi melihatnya saja Jungkook yakin anak itu pasti sangat sehat. Rekaman detak jantung nya telah dia putar berkali-kali, seolah-olah dia tidak pernah bosan untuk mendengarkannya. Sesaat Jungkook merasa hatinya sangat penuh, ada berbagai rasa kejutan disana, matanya menatap dalam pada foto hitam putih tersebut, mengusapnya dengan ibu jari begitu lembut.

Namun ketika mengingat orang yang tengah membawa bayi tersebut, senyum di wajah JungKook seketika luntur. Jeon JungKook pergi mengusap wajahnya, menatap pemandangan malam kota dari balik kaca besar kamar apartemennya. Berpikir apa yang tengah pemuda itu lakukan hari ini.

JungKook ingat ketika mereka bertemu tadi siang, walaupun tidak terlihat jelas perubahan di tubuhnya tapi JungKook bisa menemukan bahwa kulitnya sedikit lebih pucat. Seketika Jungkook mulai merasa bersalah. Andaikan malam itu dia tidak langsung pergi mendesak Taehyung dan membiarkan nya langsung pergi beristirahat, lalu membicarakannya di keesokan hari. Tapi Jungkook juga berpikir egois, karena dia sama sekali tidak menyukai interaksi nya bersama MingYu.

JungKook bangun, membiarkan tubuh toplesnya terpapar suhu ruangan yang dingin. Dia menatap pantulan dirinya di muka cermin, lalu mulai menelisik. Terkadang dia merasa sangatlah konyol. Di usianya saat ini, bisa bisanya dia berpikir di bagian mana dirinya yang terlihat kurang sehingga orang orang lebih menyukai MingYu daripada dirinya, bahkan termasuk Taehyung.

JungKook akui, dia hanya kalah tinggi dengan pemuda itu, tapi dalam segala aspek dia lebih mengungguli nya. Dia tak kalah tampan, bahkan dia adalah seorang pengusaha sukses berpenghasilan tinggi, sangat berbeda dengan MingYu yang hanya seorang sekretaris, itupun dia juga bekerja atas bantuan Soohyun.

JungKook mendengus puas. Hari ini dia gagal untuk berbicara dengan Taehyung, besok dia akan mencobanya lagi.

JungKook tidak sadar, bahwa dia bahkan sama sekali belum memberi kabar kepada JiWon dan terus memikirkan Taehyung.

Perlahan Jungkook seperti telah melupakan prioritas nya dalam hidup ini.







*







Di sisi lain, Kim Taehyung tengah berbahagia, paket jam tangannya telah tiba, dan dia dengan senang hati mulai membagikan setiap jam tangan kepada orang yang telah dia targetkan. Kebetulan pagi itu MingYu juga ada di rumahnya, dia datang lebih awal untuk pergi menjemput Jimin atas permintaan Taehyung.

O̶S̶I̶P̶Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang