" Mari kita buat perjanjian kesepakatan. "
Ketika kalimat ini terucap dari mulut Taehyung, hal pertama yang dia temukan di wajah Jeon JungKook adalah tatapan tak peduli, dia bahkan dengan terus terang mendengus remeh. Bersandar, menyamankan dirinya pada sofa yang dia duduki saat ini. Membiarkan Taehyung di depannya mulai melakukan apa yang ingin dia lakukan dengan 'Mari membuat perjanjian kesepakatan' di antara mereka.
" Pertama. Tidak ada kontak fisik melebihi pegangan tangan. "
Tidak seperti perjanjian lainnya yang mungkin akan membutuhkan kertas pena ataupun semacam perangkat lainnya, perjanjian yang di cetuskan oleh Taehyung hanya di ucapkan langsung dari mulut. Ini jelas adalah perjanjian lisan dan perlu harus di ingat dengan sangat jelas. Bagi Taehyung, perjanjian tidak harus dibuat secara tertulis, itu hanya akan membuang waktu dan tenaga!
" Kedua. Tidak ada yang boleh mencampuri urusan satu sama lain! "
JungKook mulai menatapnya dengan tenang. Itu artinya baik dia maupun Taehyung tidak ada yang boleh ataupun bisa mencampuri urusan pihak lain. Bisa di terima, tapi.....
" Ketiga. Tidak ada larangan untuk berhubungan dekat dengan siapapun! Termasuk dirimu. Terserah. Aku tidak akan melarang mu jika masih ingin berpacaran dengan kekasih wanita mu itu, mau kalian ciuman atau bahkan bercinta pun, aku tidak peduli. Begitupun denganku yang entah dengan siapa nantinya. "
" Tunggu-
JungKook mulai menyela. Dia merasa ada yang tidak beres dengan perjanjian yang satu ini.
" Apa? "
JungKook menegakkan tubuhnya dan menatap Taehyung dengan lekat lekat.
" Kau mengatakan nya dengan sangat mudah bahwa aku bisa bersama dengan JiWon. Tapi bagaimana dengan orangtua mu, aku tidak ingin salah satu dari mereka berani menyentuhnya. "
Taehyung mengibaskan tangannya dengan acuh membalas, " Kau tenang saja, untuk yang itu, biar aku yang urus. Yang jelas, kau tidak punya hak jika aku nantinya memiliki hubungan dengan orang lain diluar sana. "
Melihat Jungkook yang masih ingin menyela, Taehyung pun mengangkat tangannya ke depan wajah JungKook.
" Jika kau mengkhawatirkan mengenai citra mu, maka tenang saja, aku tidak bodoh untuk merusak citra kedua orangtua ku. "
JungKook mendengus malas, menatap dari ujung kepala hingga ujung kaki Taehyung lalu tersenyum miring.
" Apakah menurutmu ada pria atau wanita diluar sana yang mau dengan mu yang jelas jelas sedang hamil anak suami mu saat ini? "
Mendengarnya, Taehyung lantas melotot marah. Dia dengan refleks melemparkan bantal sofa ke wajah JungKook, tapi JungKook dengan cepat pula menepisnya yang mana membuat bantal itu terbanting ke lantai.
" Bajingan! Tidak bisakah kau tidak menyebutkan hal seperti kehamilan di tengah-tengah perbincangkan kita? Aku benci! Aku selalu benci mengingat itu, brengsek! "
Nafas Taehyung memburu, menatap nyalang pada sosok JungKook dan sebaliknya Jungkook malah menatapnya dengan tenang.
" Apa kau benar-benar benci dan menyesal untuk mengandung bayi itu? "
Untuk lima detik Taehyung tidak menjawabnya, tapi di detik berikutnya dia langsung menyalak ganas padanya.
" Ya! Ya, aku benci! Aku menyesal! "
" Kenapa? "
" Kenapa kau bilang? Itu karena kau bajingan! Aku tidak tahu kenapa aku dulu begitu bodoh untuk jatuh cinta pada pria monster seperti dirimu! Jika saja aku lupa ingatan lebih awal sebelum malam itu terjadi, aku akan dengan suka rela menjauh darimu! Bahkan kapan perlu ribuan mil! "
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
FanfictionJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
