Mengetuk meja makan dengan ujung jari, Kim Taehyung tengah memangku wajah dengan sebelah tangan, duduk sendiri di temani secangkir susu khusus ibu hamil yang tersisa setengah dan juga tak lagi hangat.
Bibi pekerja yang sedari awal telah memperhatikan hal ini pun perlahan mendekat, berdiri di sisi kanan Taehyung dan bertanya pelan.
" Tuan muda, apakah ada sesuatu yang di pikirkan? Apakah ingin sesuatu Bibi buatkan? "
Taehyung meliriknya dengan pandangan bosan, sambil cemberut dia pun berkata,
"Bibi, apakah kau tahu dimana rumah Jimin? "
".........." Sang Bibi terdiam, memandang tuan mudanya ini dengan penyesalan, " Maaf tuan muda, tapi Bibi tidak tahu.... "
" Hah! " Taehyung mendesah cukup keras, menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi lalu menatap bibi itu kembali.
" Lalu, bagaimana dengan paman tua itu, apakah dia juga pergi bekerja di hari weekend seperti ini? "
" Ah, kalau tuan Jeon tidak pergi kemana mana, beliau bahkan belum keluar kamar sejak pagi tadi? "
" Benarkah!? "
Taehyung segera bangkit, berbalik menuju arah pintu kamar Jungkook yang bersebelahan dengan pintu kamarnya sendiri. Berdiri disana lalu tanpa ragu mengetuk nya seperti tidak benar-benar mengetuk, karena pada nyatanya Taehyung bahkan hampir mengerahkan setengah kekuatan nya untuk memukul pintu kayu tak berdosa tersebut.
" Pak tua! Bangun! Bangun! Apa kau masih hidup? Bangun! Matahari sudah bosan menunggu mu di langit! Pak tua!-
" Bisakah kau mengetuk dengan normal!?"
Tangan Taehyung yang hampir mengetuk wajah JungKook pun di tangkap, tapi setelah nya dia pun mundur selangkah untuk menjaga jarak. Di depannya, sosok Jungkook terlihat masih kusut, dengan tubuh bertelanjang dada, rambut mencuat kemana-mana, wajah berminyak, dan sepasang mata merah menatap Taehyung seperti ingin menelannya di detik itu juga.
" K-Kau.... Apa kau benar-benar Pak tua Jeon JungKook? "
JungKook menatapnya sangsi, jika tidak ingat bahwa Taehyung saat ini adalah istrinya dan juga dia tengah hamil, mungkin JungKook tidak akan segan untuk langsung melemparkannya keluar apartemen dari jendela!
" Apa yang kau inginkan bocah!? " Sambil menahan geraman amarah karena sakit kepala yang menderanya saat ini, Jeon JungKook menatap wajah Taehyung dengan nafas sedikit di tahan.
Taehyung sama sekali tidak tahu atau mungkin dia tidak ingin peduli dengan diri JungKook, dia dengan santai menyandarkan tubuhnya ke samping pintu milik JungKook.
" Paman tau rumah Jimin, kan? Antar kan aku ke rumah-
Brak!
Sebelum Taehyung bisa menyelesaikan kalimatnya, Jeon JungKook tanpa aba-aba langsung menutup pintu kamarnya tersebut, bahkan yang mana juga hampir mengetuk wajah Taehyung di buatnya.
Taehyung berdiri kaku, terdiam karena penuh kejutan olehnya, berkedip dua kali setelah nya barulah dia menyadari apa yang barusan terjadi padanya. Segera kulit wajah Taehyung berubah memerah, dengan wajah bengis, Taehyung tanpa ampun menggedor pintu tersebut begitu brutal.
Brak!
Brak!
Brak!
" Yak! Jeon JungKook! Bajingan! Keluar kau, setan! JEON JUNGKOOK!!! Aku akan menghancurkan pintu mu! "
" KIM TAEHYUNG!! "
" APA!!? Kemari kau brengsek! "
Cakar tajam Taehyung menggapai wajah JungKook, tapi sebelum itu terjadi, Jeon JungKook dengan gesit menghindar lalu menangkap kedua tangan tersebut dan menarik si pelaku ke dalam kamarnya. Untuk pertama kalinya, Taehyung masuk ke dalam kamar tersebut membuatnya sedikit lengah, dan JungKook memanfaatkan hal tersebut untuk menekan Taehyung ke atas ranjang hitamnya yang masih kusut dan tentunya meninggalkan bau khas dari seorang Jeon JungKook tersebut. Namun meski begitu, JungKook tidak akan lupa untuk menjaga keselamatan serta kenyamanan bagi di perut Taehyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
FanfictionJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
