Pagi itu JungKook keluar kamar agak terlambat dari jadwal biasanya. Dia bahkan pagi itu keluar dengan kondisi yang agak asing. Meskipun dia sudah mandi dan berkemas rapi siap untuk pergi ke kantor, sama sekali tidak menghilangkan gurat kelelahan di wajahnya. Kantung mata menghitam dan kulit wajah jauh lebih pucat dari aslinya.
Berjalan gontai menuju meja makan yang sudah tersaji beberapa menu kecil sebagai menu sarapannya pagi itu. Tapi, sebelum dia mencapai meja, satu hal yang dia sadari, bahwasanya sosok yang biasanya menunggu kursi di depannya tidak terlihat. Menu masih utuh, apakah dia juga belum sarapan?
JungKook ingin bertanya bertepatan dengan sang Bibi yang berbalik untuk menyerahkan kopinya, tapi ketika melihat penampilan JungKook yang asing, membuat wanita itu tersentak kaget, buru buru mendekat, meletakkan kopi di atas meja dan menatap tuannya.
" Tuan, wajah anda- apakah anda sakit? "
JungKook memberi respon dengusan kecil, duduk dan menarik kopinya mendekat. " Hanya sedikit pusing. "
" Lalu, haruskah saya menghubungi dokter untuk-
" Tidak perlu. " Wanita itu bungkam, menatap JungKook dengan sedikit gelisah, JungKook pun melirik sekeliling lalu bertanya. " Dimana bocah itu. "
" A-anu, itu tuan, sepertinya tuan muda masih tidur di kamarnya? "
JungKook tidak jadi minum, dia bahkan menatap wanita paruh baya itu tanpa kata kata dan sang bibi itupun dengan hati hati mulai menjelaskan.
" Sebenarnya Tuan muda baru saja kembali pukul tiga dini hari tadi-
" Pukul berapa!? "
Wanita paruh baya itu sedikit terlonjak kaget dan tanpa sadar mundur selangkah tidak berani berbicara lagi. JungKook bangkit, seperti ingin pergi menemui Taehyung di kamarnya, tapi baru dua langkah dia berjalan, langkah kakinya segera berhenti, teringat dengan perjanjian konyol mereka dan juga suara di pikiran nya yang mengatakan kenapa dia harus peduli? Tapi-
JungKook mengerang kesal, memijat pangkal hidung nya sebelum pergi menyambar tas kerjanya di sofa ruang tengah.
" Tuan, sarapan anda-
" Aku akan sarapan di kantor. "
JungKook pergi dengan mobilnya, dia sejujurnya tengah merasa tidak enak badan, sudah hampir seminggu belakangan ini dia merasa tubuhnya mulai asing. Bahkan setiap pagi buta dia harus berlari ke kamar mandi hanya untuk muntah lalu keluar dengan kondisi tubuh yang hampir lumpuh.
Awalnya dia mengira itu cuma gejala dia masuk angin atau setidaknya dia mungkin hanya terlalu kelelahan akibat kerja keras yang dia lakukan selama ini. Namun penyakit itu tidak juga kunjung mereda, sebaliknya malah tambah menjadi. Tidak hanya di pagi hari, tapi bahkan juga bisa di tengah malam atau bahkan setiap saat dia akan makan dengan menu hidangan yang tercium aroma tertentu, amis misalnya. Sekarang Jungkook mulai mengalami masalah makanan.
Tidak hanya itu, dia bahkan juga tidak lagi memakai parfum kesukaan nya yang bahkan baru saja dia kalo terpakai karena baru beli, karena merasa aroma nya tidak lagi semenyenangkan sebelumnya. Cenderung membuat kepalanya tambah pusing!
Dan untuk Taehyung, dia sendiri bahkan tidak lagi pernah melihatnya di rumah. JungKook selalu berangkat pagi dan pulang malam, tidak pernah melihatnya, tapi ketika di siang hari, JungKook tahu bahwa Taehyung akan pergi mengunjungi kantor Ayah nya.
*
Taehyung baru saja bangun dan waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. terik Matahari menyinari hingga menembus gorden kamarnya. Taehyung menguap, menatap langit-langit kamar dengan tenang. Meraba raba sisi sampingnya dan segera ia mendapatkan benda pipih itu. Mencari informasi dan bertukar pesan beberapa kalimat sebelum bangun dengan perasaan yang sangat enggan.
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
Fiksi PenggemarJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
