JJKTH - JIMIN

4K 492 25
                                        

















*

" Park Jimin, ceritakan lah padaku, apa yang terjadi padamu di rumah ini....... "

Tidak ada yang berbicara setelah nya kecuali derak jarum jam yang terus berputar memacu waktu ke waktu. Kim Taehyung masih dengan setia memandang wajah Jimin, berharap pemuda di depannya itu akan mau berbagi ceritanya padanya, tapi apa yang dia temukan adalah wajah Jimin yang dengan tenang berpaling darinya.

Taehyung tidak tersinggung, dia juga menyadari kesalahannya sendiri. Disini dia adalah pendatang baru yang dengan lancang memaksa pihak lain untuk menerimanya. Jelas, di tambah dengan hubungan mereka sebelum nya yang sangat jauh berbeda, hanya akan menimbulkan kesalahpahaman saja. Jimin pasti akan menaruh curiga padanya cepat atau lambat, dan Taehyung tidak ingin impian persahabatan nya di dunia ini tidak kandas apalagi berakhir buruk seperti di dunianya sebelumnya.

" Maaf, aku tidak bermaksud untuk memaksa mu, aku- aku hanya ingin menjadi bagian dari sandaran untukmu. "

"..........." Jimin tertegun, dia awalnya memang berniat untuk menghindari topik sensitif tersebut. Dia tidak munafik bahwa dengan keberadaan Kim Taehyung di sisinya, dia merasa bahwa dirinya telah mendapatkan sandaran kursi yang lebih kokoh selain dari JiWon bahkan Ayah nya sendiri. Bahkan sejak awal, Jimin telah menetapkan dirinya sendiri untuk selalu tutup mulut mengenai apa yang dia ketahui bahkan dia alami selama hidupnya ini. Namun dengan kehadiran Taehyung saat ini, prinsip yang telah dia tanam selama bertahun-tahun tampaknya mulai goyah.

Jimin membalik wajahnya, menatap langsung pada sepasang bola mata coklat jernih milik Taehyung, seperti yang dia katakan barusan, tampaknya Taehyung memang benar-benar tak berniat untuk memaksanya bercerita, ada cahaya penyesalan disana, dan Jimin tersentuh oleh itu.

Tidak tahu mengapa, Jimin kali ini tidak lagi bertindak pasif, dia bahkan dengan berani mengambil tangan Taehyung dan ia genggam dengan sedikit kekuatan.

" Aku tidak bermaksud begitu, hanya saja... Hanya saja aku tidak ingin hal semacam ini akan menjadi beban untuk mu. "

Seperti kilasan cahaya matahari yang tak sengaja menembus ketebalan awan hitam, Kim Taehyung seperti telah menemukan celah untuk mendapatkan kepercayaan dari Jimin.

" Kau bicara apa? Bukankah kita teman? Yeah, walaupun bisa di katakan ini masih sangatlah awal, tapi percayalah, aku adalah orang yang dapat menjaga rahasia! " Taehyung berbicara dengan gaya mengunci mulut, memberi gesture lebih bahwa dia dapat di andalkan untuk urusan semacam itu. Lalu melanjutkan pikirannya.

" Sebagai seorang teman, bukankah sudah menjadi hal biasa untuk saling berbagi keluh kesah? Jika boleh jujur, aku juga memiliki banyak hal yang ingin ku bagikan dengan mu, tapi aku merasa itu tidak akan setimpal bila kau tidak berbagi kisahmu denganku. Aku merasa, disini akulah yang akan menjadi beban untukmu."

"..........." Jimin semakin tertegun. Selama hidupnya, dia mungkin baru mendengar hal semacam ini secara langsung dari seseorang terlebih lagi itu di tujukan padanya. Jimin sejak awal yang telah di didik untuk mandiri, bahkan hidup dalam isolasi sosial, membuatnya sulit mendapatkan kepercayaan dari pihak luar. Sejauh ini, hanya keluarganya lah yang pernah dia ajak bicara dalam waktu lama. Bahkan bila dia Konsul ke rumah sakit pun, dia akan langsung di periksa orang orang kepercayaan Ayahnya bahkan langsung di bimbing olehnya secara pribadi. Jimin yang naif sama sekali tidak berpikir itu aneh, tapi mungkin tidak dengan orang lain.

Jimin menunduk, mencoba mengingat beberapa hal yang mungkin bisa dia utarakan kepada teman barunya ini sebagai awalan dari kisah mereka. Mengingat sesuatu, mungkin itu adalah topik yang tepat untuk saat ini.

O̶S̶I̶P̶Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang