Tiga hari berlalu, dan selama tiga hari itu Taehyung menghabiskan waktunya di dalam sangkar emas. Taehyung telah berusaha mencari jalan keluar, berdiam diri bukanlah gayanya, meraba hingga memukul setiap jendela yang ada, tapi semua itu tampak sangat kokoh, bahkan Taehyung berpikir bahwa kaca tersebut di buat untuk anti peluru.
Taehyung merenung di dalam kamar tersebut, menatap seisi kamar asing tersebut dengan bosan, tidak peduli dengan kemewahan yang ada, baginya semua itu hanyalah omong kosong. Semenjak hari dimana dia bertengkar dengan JungKook, pria itu tidak lagi pernah menampakkan dirinya, selain seorang pelayan pria yang tak kalah kaku nya itu, setiap jam secara berkala akan muncul membawakannya makanan dengan menu yang selalu berbeda di setiap waktu. Semua menu itu adalah kesukaan nya, seolah-olah semua itu telah terjadwal dengan pasti untuknya. Namun begitu, Taehyung tidak pernah benar-benar menghabiskan nya, tidak ada selera, selain hanya untuk mengisi perutnya agar tak kosong. Sekejam kejamnya dirinya, dia tidak akan menelantarkan anak di perutnya, dan terutamanya sekali adalah dirinya sendiri. Jika dia ingin bebas, dia harus memiliki tenaga untuk melawan Jungkook.
Hari ini, seperti biasa, Taehyung telah menebak bahwa pelayan yang sebelumnya dalam hitungan detik akan segera membukakan pintu membawa troli makanan.
Taehyung termenung, dari awal hanya sosok pelayan itu yang dia lihat, tidak ada yang lain. Taehyung tidak tahu sebesar apa rumah yang dia tinggali saat ini, dia juga telah mencoba memastikan dirinya dengan mengintip melalui jendela tebal di sampingnya, tapi apa yang dia temukan hanyalah lapangan hijau yang membentang cukup luas, dan di ujung sana berdiri ratusan pohon rindang. Kini Taehyung mulai berspekulasi, bahwa dirinya tampaknya tidak lagi berada di pusat kota, lalu apakah bisa dia menebak bahwa dia saat ini berada di pinggiran?
Detik ke dua belas, pintu terbuka, Taehyung tak memperdulikannya, dia hanya terus menatap lurus pada pemandangan di depannya, berkhayal apakah dia masih bisa bebas setelah ini.
Pelayan itu melakukan tugasnya dengan cepat namun rapi, dia sama sekali tidak sedikitpun ceroboh, tampak telah sangat lihai dan terlatih. Taehyung perlahan mendekat, melihat ada dua mangkuk porselen kosong lengkap dengan dua pasang sumpit serta porsinya yang lebih banyak dari biasanya, alis Taehyung terangkat, dan benar sana, dia waktu berikutnya pintu kamar tersebut kembali terbuka, sosok Jungkook yang telah menghilang selama tiga hari akhirnya kembali memperlihatkan diri. Dia mengenakan setelan lengkap, seperti baru saja menghadiri suatu pertemuan penting dan tidak sempat berganti pakaian, berjalan mantap lurus ke arah Taehyung.
Kini mereka berdiri dengan saling berhadapan, Kim Taehyung hanya diam, membiarkan Jungkook menyentuhnya, dia hanya terlalu malas untuk membuka suara apalagi menepis tangan nya.
JungKook tersenyum lebar, mengusap pundak Taehyung dengan kedua tangannya, kemudian menariknya untuk duduk di sofa tersebut, sedangkan dia duduk di depannya. JungKook dengan telaten mengambilkan menu ke mangkuk Taehyung, dan melayaninya dengan sepenuh hati.
Taehyung menerimanya, mereka makan dalam diam, tidak bertahan lama, ketika Taehyung membanting sumpit di tangannya ke atas meja, sedikit berisik dan memercikkan noda minyak di sekitarnya.
PRANG!!!
Mangkuk yang bahkan masih terlihat penuh itu kini tidak lagi terlihat baik, Kim Taehyung dengan keras melemparkan nya ke lantai, meludahi daging di mulutnya ke atas meja, wajahnya memerah dan dadanya terlihat naik turun. Dia baru saja menelan tiga suap, tapi tampaknya dia tidak ingin lagi berpura-pura.
Di depannya, Jeon JungKook dengan tenang menurunkan mangkuk di tangan nya dan meletakkannya di atas meja, menatap wajah Taehyung yang memerah.
" Apakah itu tidak sesuai selera mu? Bawakan menu lainnya-
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
FanfictionJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
