#60

102 9 3
                                        


HAY GUYS, KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT

SUDAH MASUK BAB 60 AJA NIH WKWKWK TAPI MAKIN SEDIKIT AJA NIH YANG BACA APALAGI VOTE, KOMEN JANGAN TANYA HANYA LIMA ORANG AJA NGGAK ADA WKWKWK *MIRIS





PROFESIONAL YA PROFESIONAL

SAYANG JUGA CERITA YANG KUTULIS KURANG LEBIH MELEWATI TIGA TAHUN NGGANTUNG

PERCAYA, MASIH ADA READER YANG SETIA

PERCAYA MASIH ADA READER YANG MENGHARGAI

DAN ITU KAMU. TERIMA KASIH YAAAW






OKELAH....ENJOY AND HAPPY READING GUYS










Awan kelabu menggantung di langit menutup terik mentari yang biasanya telah membakar kulit sehingga tidak membuat gadis kelahiran tahun 1998 itu berkeluh kesah karena harus keluar rumah pada pukul 11.30 WIB. Dengan membonceng pak ojek, Laras menuju ke rumah calon mertua.

Sejak malam lamaran sekaligus pertemuan antar dua keluarga, Laras semakin dekat dengan keluarga Rasyid, ia pun sering diajak oleh Tante Diafah perpergian terutama ketika tidak ada anggota keluarga yang menemani seperti saat ini, Laras diajak untuk menghadiri launching butik milik anak teman arisannya.

Setengah jam perjalanan yang jauh dari drama kemacetan, motor pun menghentikan lajunya di sebelah pintu pagar rumah bergaya minimalis. Setelah memberikan sejumlah uang, Laras segera melangkah mendekati pagar rumah yang tertutup itu lalu sedikit berjijit, ia menekan bel yang tertempel di tembok pagar.

Namun saat hendak menekan bel, Laras dikejutkan dengan datangnya mobil yang diiringi dengan klakson dan tak berapa lama pun ia mendengar suara pintu rumah terbuka lalu ditutup kembali. Laras segera membungkukkan setengah badannya lalu mengintip di celah-celah berbentuk persegi biasa digunakan untuk membuka slot pagar dari luar dan di sana ia melihat Tante Diafah melangkah menuju pagar.

KLETENG, SRRRR, KRIEET.

Pagar pun terbuka dan Laras segera menarik senyuman.

"Eh Laras, kok malah dateng ke sini? Padahal tante mau jemput ke rumah lho."

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang