HAY GUYS, KALIAN SEHAT KAN?
SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT
HAY READER TERCINTA DAN YANG SETIA, TERIMA KASIH SELALU ADA UNTUK CERITA INI
AKU MANUSIA, AKU MERASA SEDIH JUGA KALAU PARA PEMBACA PADA KABUR. YA MEMANG KESALAHANKU KARENA UP-NYA LAMA-LAMA DAN YAH JIKA SEBAGIAN PEMBACA YANG MUNGKIN KECEWA DENGAN KELANJUTAN CERITA INI YANG TAK SESUAI DENGAN EKSPEKTASI KALIAN. AKU HANYA MENULIS CERITA INI ADA TUJUANNYA.
JIKA KALIAN MENGIKUTI TERUS PASTI TAHU KOK CERITA INI TUJUANNYA KEMANA HEHEHE
KALI INI AKU NGGAK MAU BER-EKSPEKTASI MENDAPATKAN 100 READER DI DALAM BAB INI. AKU HANYA TAK MAU BERHENTI DITENGAH JALAN, KECUALI WP ERROR, LAPTOP ERROR YANG PENTING BUKAN KARENA READER YANG BERKURANG AKU MUNDUR. JIKA CERITA INI BISA SAMPAI ENDING, WHY NOT?
KALIAN BISA KLIK BINTANG-NYA UNTUK VOTE DAN BERI KOMEN SETELAH/SEBELUM BACA CERITA INI KAN? TOLONG YAAAAA
Entah sudah berapa kali punggung tangannya berubah menjadi lap untuk keringat. Meskipun hawa panas melingkupi dan membuat tubuh selalu kuyup oleh peluh, Noe tetap melakukan tugasnya hingga pakaian basah terakhinya berhasil digantungkan pada plang-plang jemuran.
"Sudah belum No?"
"Kurang satu."
"Cepetan."
"Tumben kali loe jemur, Yas?"
"Ehm...lagi pingin aja sih."
"Hah lagi pingin aja? Yakin? Atau takut dibatin sama Teri nih? Si Noe tuh rajin, jemur-jemur sendiri nggak kayak Ayas nggak pernah sekali jemur baju," goda Noe.
"Heh mana ada begitu, Noe! Lagi pula gue juga pernah kok jemur baju...di kos-kosan waktu itu," cibir Laras.
"Nih sudah." Noe menenteng ember kosong menyingkir dari tiang jemuran.
"Lha-lha kalau jemur loe begini, nggak ada ruang sisa untuk baju-baju gue dong, NOE!"
"Apaan sih?" Noe segera menghentikan langkahnya yang hendak menuruni tangga.
"Betulin jemuran loe dulu!"
Noe menghela napas kesal lalu membalikkan badannya, segera melangkah kembali ke jemuran.
"Tinggal digeser aja lho ah." Noe segera menggeser jemurannya sehingga tidak ada jarak antara pakaiannya yang satu dengan pakaiannya yang lain.
"Nah gitu dong." Laras tersenyum.
Namun Noe menanggapi sahabatnya itu dengan wajah datar lalu melangkah menuju tangga.
"Mau ke mana loe? Gue jangan ditinggal dong di loteng sendirian. Loe tadi sudah gue temenin juga," rajuk Laras.
"Gue nggak minta loe temenin," sahut Noe.
"Kok gitu. Ayolah No."
"Kenapa? Takut?" Noe menghentikan langkahnya, berbalik badan lalu menatap ke arah Laras dengan ekspresi meledek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Salah Hati [Noe&Laras]
FanfictionWARNING! JANGAN SALAH LAPAK! Noe Firza Row, gadis tomboy yang memberanikan diri untuk mengubah penampilannya sesuai dengan jati diri dan kenyamanannya. Dengan penampilan manly-nya dan ditambah wajah yang tampan, kerap membuat orang salah pandang k...
![Salah Hati [Noe&Laras]](https://img.wattpad.com/cover/343429578-64-k945311.jpg)