EPILOG

149 5 2
                                        


HAY GUYS, KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH JANGAN SAKIT-SAKIT


SELAMAT DATANG DI ENDING CERITA GUYS....

SSTT...ADA PLOT TWIST-NYA LHO HEHEHE


SEMOGA KALIAN SUKA YA


SEBELUM BACA/SESUDAH BACA JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENT-NYA GUYS. PLEASE....









Menatap pintu double setinggi dua meter di hadapannya dengan jantung bak dram yang ditabuh tanpa jeda. Meskipun suhu ruangan dingin ber-AC, tubuh tetap terasa panas.

"Coba kau tenang la, Nak." Sentuhan serta suara lembut dari mamak membuat spontan Noe menarik napas dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan-lahan. Ketenangan pun merayapi tubuh Noe sejenak.

Namun, ketenangan itu rupanya tak berlangsung lama bersemayam di diri Noe ketika pintu double terbuat dari kayu yang berplitur itu perlahan-lahan terbuka.

"Mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah kepada pasangan yang berbahagia malam ini, Lifan Eli dan sang istri Noe Firza Row beserta keluarga!"

Terdengar riuh tepuk tangan dari para tamu. Tanpa sadar, Noe menelan ludah dengan susah payah, tapi sebuah sentuhan lembut di punggung tangannya dan senyuman serta tatapan teduh dari pria yang telah menjadi suaminya delapan jam yang lalu membuatnya mengenyahkan kegugupan.

Langkah kaki yang tak sempurna karena sepasang hight hlees yang terpaksa Noe kenakan tak menjadikan penghalang untuk menuju ke kursi singgasana pengantin berkat bimbingan dari pemilik hatinya kini, Lifan Eli.

Seluruh mata di dalam ballroom sebesar 1.200m2 dengan dekorasi mewah berwarna paduan putih dan emas menjatuhkan atensi ke arahnya saat menapaki karpet putih yang terbentang di tengah ribuan kursi tamu undangan. Meskipun bibirnya kaku karena ketegangan yang menguasai, Noe tetap berusaha memberikan senyuman terbaiknya kepada para tamu baik yang dikenalnya ataupun yang tidak dikenalnya. Namun saat mata Noe menyapu sekeliling, pandangannya terhenti pada sebuah foto yang terpajang di antara para tamu. Noe tahu foto tersebut bukanlah foto prawedding-nya.

"Sayang kamu kenapa?"

"O-oh nggak. Nggak apa-apa." Noe tersenyum meringis lalu kembali fokus pada acara meskipun benak terus bertanya-tanya.

"Nggak mungkinkan staffnya melupakan satu foto pengantin yang menggunakan ballroom ini sebelum gue?" Batin Noe sambil tersenyum lebar menyapa para tamu.

"Mama Noe! Mama!" Suara anak kecil membuat Noe menoleh ke asal suara. Mata mencari di antara ribuan tamu undangan yang duduk di sebelah kanan.

Senyum lebar pun ditarik oleh Noe sembari melambaikan tangan ketika mata melihat Anaya berdiri sambil melambaikan kedua tangannya dengan girang dan dress warna peace yang ia hadiahkan di hari ulang tahun ke dua belas tahun membalut tubuhnya.

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang