#59

112 12 2
                                        


HOLA GUYS, KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT


YUK KITA TUNTASKAN CERITA INI GUYS. MAUNYAAA SIH MALES YA UP KARENA YANG BACA DAH MULAI MALES YA?

TAPI TETEP KOK AUTHORNYA BERUSAHA PROFESIONAL. GAK MAU GANTUNG



SILAKAN VOTE & COMMENT SAAT AKAN/SESUDAH BACA YA

PLIS HARGAIN YANG MEMUTAR OTAK UNTUK BIKIN ALURNYA GES

ADA YANG NGGAK TAHU CARANYA NGEVOTE KAH PARA READER-KU?









ENJOY AND HAPPY READING......




Tujuh belas hari setelah lamaran dadakan Pak Lifan, Noe melangkah di sebelah calon suaminya dengan menarik sebuah kopor berukuran sedang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tujuh belas hari setelah lamaran dadakan Pak Lifan, Noe melangkah di sebelah calon suaminya dengan menarik sebuah kopor berukuran sedang.

"Selamat pagi, untuk para penumpang Maskapai Garuda Indonesia dengan tujuan Medan mohon melakukan boarding dari gerbang C7 dan mohon persiapkan pas naik Anda dan pastikan Anda membawa semua barang bawaan Anda. Terima kasih."

Informasi dari speaker bandara mengiringi langkah Noe dan Pak Lifan menuju gerbang C7 yang berjarak lima belas meter dari ruang tunggu.

Lima menit mengantre di depan pintu pesawat dan sedikit berdesak-desakan di dalam pesawat, akhrinya Noe dan Pak Lifan tiba di tempat duduk sesuai nomor tiket. Pak Lifan segera mengangkat kopor Noe untuk dimasukkan ke dalam bagasi bersama kopornya.

"Mau duduk di sebelah mana?" Pak Lifan menatap Noe.

"Dekat jendela saja," gumam Noe sambil tersenyum tipis. Ia berusaha untuk menyembunyikan terpesonanya terhadap pria memakai kaus putih berkerah dan jeans yang berdiri di hadapnnya.

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang