Bab 31: Old Friends

470 67 7
                                        

JIKA Eren pergi diam-diam saat aku tidur, aku mencuri laptopnya diam-diam saat ia tidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JIKA Eren pergi diam-diam saat aku tidur, aku mencuri laptopnya diam-diam saat ia tidur.

Bukan bermaksud balas dendam. Ada banyak hal yang tidak kuketahui saat ini tentang dunia. Ketidaktahuanku akan berimbas buruk kepada Eren yang akan membuat kakinya salah melangkah. Hampir setiap waktu dini hari, aku mengakses internet untuk mencari petunjuk.

Eren tak tahu ada sekelompok orang di internet yang menyebut diri mereka informan nomor satu. Mereka orang dunia bawah penentang monarki. Mereka hanya bisa ditemukan di dunia internet lapisan terbawah, yang bisa diakses pada jam tertentu dengan sedikit kemampuan meretas.

Malam ini aku menemukan beberapa video di situs mereka.

Video pertama adalah footage dari CCTV pelabuhan yang hampir setiap hari kulihat. Beberapa kota kecil di sekitar Provinsi Rose tak pernah tidur. Seperti kota lainnya. Orang-orang menjauhi arah selatan, menjerit, diterjang, menerjang, berusaha menjangkau perahu layar yang bertolak dari pelabuhan, lalu mati dalam hitungan detik.

Kulihat gadis kecil terpisah dengan ibunya, disambar sekitar tiga mayat hidup. Kaki gadis kecil itu dilahap lebih dahulu, dan tanpa sadar aku berdoa agar gadis itu mati dengan segera. Namun, tidak. Gadis itu bertahan dan terus meraung meski separuh betisnya sudah lumat dikunyah hidup-hidup.

Mengapa mereka menyerang gadis kecil yang belum diketahui gender keduanya? Ini misteri yang pernah kutanyakan kepada Hanji Zoe. Wanita itu menjawab, "Para titan bisa memprediksi masa depan!"

Kali pertama aku melihat video-video ini, aku bermimpi sangat buruk. Sekarang aku melihat selayaknya film-film monster yang adegan aksinya Eren sukai. Bedanya semua ini nyata, meski kami ingin menyangkalnya.

Video berikutnya hanya berdurasi sepuluh detik dan tidak terlihat pertumpahan darah. Hanya rombongan truk yang melaju diam-diam dari gerbang ibu kota. Truk itu aneh karena ia berjalan tidak lurus melainkan oleng ke kanan dan ke kiri. Kau bisa menebak ada sesuatu yang bukan manusia di dalam kotak kargonya. Ke mana truk itu berangkat, tak ada yang tahu.

Video berikutnya serupa. Truk-truk kargo berhenti di pengkolan jalan. Sekelompok lelaki bersenjata menjarah dan membawa semua barang dari swalayan, setelah mereka menembaki keluarga kecil tidak berdaya. Aku membenci kelompok brutal seperti ini dan kuharap orang-orang yang akan kami temui dalam waktu dekat bukanlah mereka.

Selanjutnya, ada video dari seseorang yang tak tampak wajahnya. Suara lelaki serak tersengal ketakutan. Ia penyintas yang rutin membuat siaran mingguan dan mengaku berhasil memasuki Dunia Bawah lewat jalur kereta, bersembunyi di balik barel-barel tua.

" ... mereka bilang bawah tanah adalah tempat teraman. Itu bohong." Suaranya mendesah parau. " ... aku hanya melihat mayat hidup di sini ... Tidak. Tidak!"

Aku pun terkejut. Sejak kapan mayat hidup menguasai Dunia Bawah? Segalanya bisa terjadi hanya dalam semalam, seperti Ragako.

"Ada orang! Sial!" Lelaki itu berdesis terlalu dekat ke lubang perekam, lalu selanjutnya terdengar suara tembak-tembakan. Ia berlari dengan kamera menghadap ke bawah. Terlihat percikan api di sekelilingnya. Layar video menghitam beberapa saat kemudian. Yang bisa kudengar hanya napas, tembakan, detak jantung, dan langkah kaki. Sampai beberapa saat kemudian lelaki itu berteriak.

X [RivaEre Fanfiction]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang