Maaf baru bisa kembali update lagi di Wattpad.
PDF X masih bisa dibeli di KaryaKarsa, ya~
https://karyakarsa.com/rashoura/
MITRAS dipenuhi pemandangan kematian.
Namun, di atas gedung yang akan segera roboh dan dikepung ini, aku menemukan kehidupan.
Walau hanya sebentar.
"Bocah."
Genggamannya kukuh dan tak lagi dingin. Ia mengangkat tubuhku naik dengan satu kali tarikan. Kubalas genggaman tangannya dan menyadari bahwa tanganku yang dingin.
Kakiku lemah, tetapi ia menarikku agar berdiri sejajar.
Aku tak bisa berkedip saat sudah berdiri di depannya. Ia tidak bertubuh lebih tinggi dariku, menandakan bukanlah salah satu dari prajurit klona. Aku berdebar karenanya. Maafkan aku yang selalu merasa bangga karena memiliki tinggi badan yang melebihi sosok enigma terkuat ini.
Ia masih menggenggam tanganku, bahkan ketika aku sudah berdiri dengan benar.
Matanya kepadaku.
Aroma tubuhnya, alfa sahku, memerangkapku.
Ia membuat tubuhku, pikiranku, segalanya berpusat kepadanya.
Jantungku berdentum sangat keras.
Tak ada lain.
"Levi ... apakah itu kau?" Suaraku serak dan terdengar terguncang. Aku ingin menggapainya, mendekapnya hingga remuk.
Namun, Levi melepaskan tanganku sebelum aku bisa menikmati wajahnya lebih lama.
Bunyi benturan antara peluru dan logam menyayat udara.
Levi menggenggam sebilah pedang samurai peninggalan Kapten di tangan kanannya. Ototnya mengencang kuat saat ia bergerak cepat, menangkis peluru yang memelesat ke arahku.
Terkesiap, aku mendelik ke arah tembakan tersebut.
Aku tak bisa melihatnya, di salah satu gedung, seseorang menembak ke arah kami. Aku tak bisa melihatnya.
Levi membuat gestur waspada. Otot-otot bersiaga. Ia siap menerjang apa pun yang melintas, bahkan menebas seekor lalat yang lewat di depan matanya.
Aku menahan napas bersamanya.
Detik berikutnya, aku memekik terkejut. Levi sudah berputar ke sampingku. Ia menangkis satu lagi peluru yang meluncur datang. Kali ini dari arah yang berbeda. Peluru-peluru itu menyasarku.
Di atas atap ini, aku menjadi sasaran tembak empuk bagi musuh yang bersembunyi di gedung sekitar. Aku menoleh ke bawah, menatap lautan zombi. Aku bisa saja menggunakan trik melumuri tubuh dengan jeroan zombi untuk bisa melintasi mereka. Namun, sekarang aku tak yakin lagi. Bukan hanya zombi yang ada di bawah sana, melainkan mutan-mutan dan zombi hewan buas. Mereka tak mungkin tertipu dengan aroma tubuh buatan.
Levi menangkis satu lagi peluru yang datang. Kali ini bukan peluru tajam biasa. Nyaris tak terlihat oleh kami, makhluk berzirah itu sudah memanjat naik gedung. Ia belum mati meski Kapten sudah meledakkan diri. Sekarang ia menyasar alfaku yang asli.
Melirik tajam, Levi sudah menebak kedatangannya. Levi memutar pangkal pedang, menggenggamnya seolah-olah ia sedang menghunus pisau raksasa.
Levi berlari ke depan dengan kecepatan tinggi. Aku terkejut melihat tubuhnya memuntir di udara dengan sangat mulus saat menghindari pukulan sang monster. Ia sudah melayang ke balik punggung monster itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
X [RivaEre Fanfiction]
ActionProsesnya menahun. Bertahap, bertingkat, berlanjut tanpa jeda. Saat terjadi, segalanya berlangsung cepat. Tidak ada pernyataan ofisial. Namun, mereka sepakat menamainya Peristiwa X karena huruf X tersebar di mana-mana; di dinding, besi tiang jemuran...
![X [RivaEre Fanfiction]](https://img.wattpad.com/cover/321094718-64-k233574.jpg)