Perpustakaan Istana

182 15 0
                                        

Sementara itu, Baran dan Ava masih di tempat yang sama. Baran masih tetap tenang berdri, sedangkan Ava mondar-mandir sedari tadi.

"Bar kapan kita turun?"

"Kita tunggu mereka Va."

"Menunggu apa Bar? Mereka telah berhasil masuk ke dalam istana."

Memang sedari tadi mereka memantau Javas dan Zea. Penglihatan Ava yang tajam membuat Ava bisa melihat dari kejauhan bahwa Javas dan Zea telah berhasil masuk ke istana.

"Kita tunggu sampai satu jam."

"Apa?! satu jam?!"

"Iya."

"Itu terlalu lama Bar. Bagaimana kalau mereka kenapa-napa?"

"Tenanglah Va. Diperlukan waktu agar mereka bisa masuk ke dalam perpustakaan itu. Kemungkinan mereka baru akan masuk ke dapur istana."

Ava masih mondar-mandir. Pikirannya tidak tenang.

"Jika kita ke sana terlalu awal, sudah dipastikan pertempuran akan terjadi begitu saja. Upaya mereka untuk sampai ke perpusatakaan istana bisa hancur berantakan."

Ava merasa benar juga yang dibilang Baran. Ava sekarang terduduk di rerumputan. Sesekali Ava mendongak ke atas, melihat bulan yang selama ini ia rindukan.

****

Sementara itu, Javas dan Zea telah sampai di dapur istana. Mereka mendongak ke atas, melihat-lihat di setiap sudut dapur.

"Ini besar sekali Jav!"

"Iya Ze, dapurnya aja segede ini."

"Hei!!! kalian pelayan baru kan? Ngapain bengang bengong disitu? Cepat masak, sebentar lagi jadwal makan malam raja!" Bentak salah satu pelayan.

Mereka yang sedang berdecak kagum sontak terkaget dengan ocehan pelayan tadi.

"B baik." Zea langsung bergegas.

Pelayan tadi lantas pergi.

"Tunggu kak,eh kenapa pergi?" Tanya Zea hati-hati.

"Ngapain saya di sini. Memasak bukan tugas saya, saya tugasnya bersih-bersih istana!"

"Tapi, yang memasak apakah cuma kita berdua?"

Di dapur ini tidak ada siapapun selain Javas dan Zea, serta pelayan itu.

"Cuma kalian. Yang kemaren malah cuma satu. Sudah jangan kebanyakan tanya, saya sibuk!"

Pelayan itu lantas pergi, hilang dari pandangan Javas dan Zea.

"Pelayan itu sensian sekali." Gumam Javas.

"Kita mau masak apa Jav?" 

Zea panik.

"Udah Ze jangan terlalu dipikir. Tujuan kita di sini bukan untuk memasak Ze. Ingat, 3 jam. Kalau bisa kita tambahkan saja obat tidur." 

"Itu curang Javas."

"Semua sah-sah saja dalam peperangan Ze."

"Sudah-sudah, kita tidak membawa obat tidur Jav. Jangan mengada-ada."

"Iya itu sayangnya."

"Terus kita mau masak apa?"

"Sudah kubilang, kita jangan masak Ze.  Kita langsung cari saja perpustakaannya."

Zea akhirnya menuruti Javas. Mereka tampak hendak keluar dari pintu.

"Hei! Mana makanannya?!" Bentak prajurit yang berjaga di pintu.

DI BALIK LUKISANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang