Perjalanan Dimulai! (Lukisan 2)

263 21 0
                                        

Aku terbelalak melihat apa yang aku saksikan di depanku. Suasana dan keadaan yang sangat berbeda jauh dibandingkan dengan lukisan yang pertama. Javas dan Zea pun pasti merasakan hal yang sama, mereka diam terpaku.

Aku menyaksikan banyak asap disekililing kami, tanah gersang, banyak pohon mati, bahkan hampir keseluruhan pohon mati. Ini adalah hutan, namun hutan ini telah berubah menjadi dataran tandus. Di bawah sana terdapat rumah-rumah yang keadaannya pun tak kalah memprihatinkan. Semua rumah berdinding bambu dan bahkan tidak sepenuhnya rumah mereka tertutup oleh dinding. Beberapa orang tampak sedang mencari kayu bakar. Kami bahkan bingung memulai perjalan kami darimana dan seperti apa.

" Kita turun?"

Aku sendiri sebenarnya merasa kelalahan.

" Kita istirahat dulu aja." Javas sepertinya lelah juga.

Kami beristirahat di rerumputan kering, tidak ada pohon rindang disekitar sini, karena memang kawasan ini sangat gersang.

" Apa yang harus kita lakukan?"

" Apakah kita harus ke perumahan penduduk?" Tanya Zea.

" Sepertinya iya, kita bisa bertanya." Jawab Javas.

" Di bawah sana banyak rumah penduduk, bahkan menyerupai sebuah perkampungan."

" Kita ada di dalam lukisan, dimana lukisan ini menceritakan kebakaran hutan yang telah terjadi dan berdampak terhadap pemukiman penduduk di sekitar hutan. Karena ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, hutan yang menjadi tempat bergantungnya kehidupan penduduk ludes terbakar. Kita lihat kondisi pemukiman ini, sangat gersang, tidak layak sebagai tempat kehidupan." Jelas Javas.

Perkataan Javas benar, hutan ini ternyata hutan yang telah terbakar. Udara disini kotor, udara panas, tumbuh-tumbuhan mati terbakar, dan tentunya penduduk kesulitan untuk melangsungkan hidupnya.

" Kasihan sekali mereka, apa yang bisa kita bantu untuk mereka?" Ucap Zea.

" Misi kita disini adalah mencari pintu gerbang Ze."

" Aku tahu Va, tapi mungkin ini adalah alasan mengapa kita bisa sampai disini, ada suatu hal yang harus kita bantu."

" Aku bingung dengan dunia lukisan ini, semua kehidupan di dunia lukisan ini adalah sebuah ketetapan, jadi apakah bisa kita mengubah ketetapan ini?"

Semuanya terdiam.

" Jav, apakah kakekmu ngga tahu kita terjebak di lukisan?"

" Aku nggak tahu Va."

" Apakah tidak ada CCTV di ruangan rahasia itu Jav?"

" Ya nggak ada lah, kalau ada, bukan ruangan rahasia lagi namanya."

" Jika sekarang ada banyak orang yang sedang melihat lukisan ini, apakah mungkin kita kelihatan Jav? Setidaknya aku bisa melambaikan tangan ke kakekmu Jav atau ke orang lain agar kita bisa keluar dari lukisan ini tanpa harus melewati semua lukisan."

" Sepertinya itu hal yang tidak mungkin."

" Aku khawatir, bagaimana jika lukisan ini jatuh, lalu pecah, lalu kita gimana? Terjebak atau malah bisa keluar langsung?"

" Kita mungkin akan terjebak selamanya."

" Kenapa bisa?" Aku dan Zea bertanya bebarengan.

" Ya karena jalan untuk keluar dari dunia lukisan ini adalah di lukisan ke-3, jika lukisan pecah, pintu masuk ke lukisan selanjutnya akan terputus." Jelas Javas.

" Jika lukisan ini beneran pecah gimana?" Zea mulai kambuh.

" Kita akan menjadi penduduk tetap disini Ze hahaa." Aku sengaja menjaili Zea.

" Ihh jangan gitu ngomongnya Va." Zea panik.

" Lah katanya kamu ingin membantu penduduk sini kan Ze? Nah kalo kita menjadi penduduk tetap disini, maka kita bisa membangun pemukiman ini menjadi lebih maju hahaha."

" Bukan gitu maksudku Va."

Aku membuka ransel buatan kami dan kutemukan banyak buah pisang yang diberi Nenek Merah.

" Kenapa Nenek Merah membawakan pisang banyak banget? Pengen yang pedas-pedas rasanya."

" Nenek Merah tepat memberi kita pisang banyak-banyak. Kita dalam perjalanan jauh, kita butuh makanan penambah stamina. Pisang mengandung karbohidrat, kalium, dan vitamin B6, kandungan ini membantu peningkatan energi dalam tubuh kita." Jelas Javas.

" Ealah, baiklah pak dokter."

Zea tertawa mendengarku.

" Heyyy!!! siapa kalian?" Seru seseorang tak jauh dari kami.     

DI BALIK LUKISANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang