Samudra Arkasana
"Kalian nunggu gua matikan? Tunggu sebentar lagi, sedang diusahakan"
Angkasa Nathan Wijaya
"Kalian cuma berusaha buat gua tetap hidup, tanpa pernah bertanya apa alasan gua ingin terus hidup"
Aurora Raza Derandra
"Sesekali tanyaka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flashback on
Langkah Dokter Jake terhenti saat seorang anak kecil menahan jubah putihnya. Anak kecil itu menyodorkan beberapa bungkus gummy bear ke arah dokter Jake. Dokter Jake sedikit menunduk untuk mensejajarkan tingginya dengan anak itu.
"Ini untuk dokter, jadi biarkan Samudra yang masuk ruangan itu menggantikan Angkasa.
"Dia kesakitan, Samudra adalah abangnya, biar Samudra yang gantikan Angkasa. Dia masih kecil," ujar anak kecil itu dengan tulus.
Dokter Jake tersenyum dan mengusap lembut rambut anak laki-laki itu. "Angkasa itu adikmu?" tanyanya, meski sudah sering melihat Samudra, ini pertama kalinya mereka berbicara.
Samudra mengangguk. "Dia masih kecil, jadi biar Samudra yang masuk ke ruangan itu. Samudra lebih kuat"
"Samudra tidak suka melihat Angkasa kesakitan."
Dokter Jake melihat mata kecil Samudra dengan penuh kehangatan. "Kamu sangat menyayangi adikmu?"
"Iya, tentu. Samudra sayang sekali, sayangnya sebesar ini," ujar anak kecil itu sambil membuat lingkaran besar dengan tangannya, menandakan seberapa besar rasa sayangnya.
"Jadi, mulai besok Samudra yang masuk ruangan itu?" tanya Samudra dengan semangat.
"Kamu tidak takut ? Kamu bilang itu akan sakit?" tanya Jake lagi.
"Tidak, Angkasa lebih takut melihat Angkasa sakit. Dia suka menangis," bisik Samudra kemudian tertawa bersama dokter Jake.
"Kamu adalah abang yang hebat, tapi kamu tidak bisa menggantikannya," ujar Jake sambil memperhatikan senyum anak itu mulai luntur.
"Jangan sedih, kamu bisa menunggunya seperti biasa," ujar Dokter Jake mencoba menghibur.
"Kamu biasa memberinya pelukan saat dia keluar ruangan, bukan?" tanya dokter Jake.
Dibalas anggukan oleh Samudra kecil itu.
"Itu akan membuat rasa sakitnya hilang," kata Jake.
"Tapi, apa tidak bisa Angkasa tidak masuk ruangan itu?" tanya Samudra.
"Bisa, tapi belum sekarang."
"Kapan?" tanya Samudra memiringkan kepalanya menanti jawaban.
"Kalau Angkasa sudah sembuh, supaya dadanya tidak sesak lagi," jelas dokter Jake.
"Kenapa tidak ambil punya Samudra saja untuk Angkasa?" ujar Samudra kecil itu sambil menujuk dadanya.
Samudra mengangguk mengerti, kemudian memberi bungkus gummy bear itu ke tangan dokter Jake. "Pak dokter harus sembuhkan Angkasa," ujar anak laki-laki kecil itu tersenyum kemudian berlari meninggalkannya karena seseorang memanggilnya.