Kayla's Brother

138 11 12
                                        

Arohaa teman-teman,,

Maaf telat update, smlm author kurang enak badan.

Langsung aja yuk, kita lanjut..

***

Seorang prajurit berhambur masuk kedalam medicube saat seorang dokter tengah sibuk menjahit lengan pasien yang datang padanya dengan banyak luka karena tertimpa reruntuhan gedung pasca ledakan granat di wilayah tempatnya bertugas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang prajurit berhambur masuk kedalam medicube saat seorang dokter tengah sibuk menjahit lengan pasien yang datang padanya dengan banyak luka karena tertimpa reruntuhan gedung pasca ledakan granat di wilayah tempatnya bertugas.

Dengan nafas terengah-engah prajurit itu langsung menyampaikan perintah dari pusat kepada dokter itu.

"Kami baru saja menerima surat pembebasan tugas sementara anda dokter" kata prajurit itu, meski sedikit terkejut dokter itu sama sekali tidak menghentikan pekerjaannya.

Sambil terus fokus menjahit luka, dokter itu menjawab dengan tenang.

"Bebas tugas? Saya masih punya 6 bulan masa penugasan disini.

Ada apa?" Jawabnya, tanpa menoleh.

"Perintah di turunkan langsung dari pusat, kami belum mengetahui dengan pasti alasan pembebasan tugas anda dokter. tapi.."

Setelah memasang perban dan meresepkan obat bagi pasiennya, dokter itu langsung mengambil surat yang di bawakan prajurit itu dan membacanya dengan hati-hati.

"Tiba-tiba sekali? Apa ada tugas darurat yang mengharuskan ku kembali?"

Prajurit itu menggigit bibir bawahnya, seolah menimbang-nimbang sesuatu. Lalu dengan ragu mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto yang seketika membuat kedua mata dokter itu membelalak dan merebut ponsel di tangannya.

"Apa yang terjadi?"

prajurit itu bergeleng lemah dengan raut prihatin, " satu jam lagi pesawat logistic akan mendarat, anda bisa menumpang untuk tiba disana lebih cepat"

"Tunggu, bagaimana surat bebas tugasku turun begitu cepat? Bahkan tak banyak yang tau tentang keluargaku. Dari mana kamu dapat foto ini?"

Prajurit itu menghela nafas, dan tersenyum getir, "bukan saat yang tepat untuk mencari tau dokter, anda akan mendapat semua jawaban ketika anda tiba disana.

Bersiaplah, kami yang akan mengurus sisa tugas anda disni" jawab Prajurit itu.

Dokter itu terduduk lemas dengan tatapan kosong, kemudian menyugar rambutnya dengan frustasi.

"Ini salahku, seharusnya aku memaksanya untuk pergi bersamaku.

Ini tidak akan tejadi jika saja aku membawanya pergi sejak dulu" sesal dokter itu.

Prajurit itu menepuk bahu dokter itu, mencoba memberi semangat dan kekuatan.

"Sebaiknya anda segera bersiap"

ELUSIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang