Finding Galih

64 11 8
                                        

Telat dikit nggak ngaruh kan sama minat kalian ke cerita ini 😅

Semalem author ngantuk.

Lanjut yook, Happy reading..!!

***


"LO MAU KEMANA TRA? KENDALIKAN DIRIMU..!"

Teriakan Guntar sama sekali tak di gubris oleh Gatra yang terus berlari meninggalkan area pemakaman.

Situasi semakin kacau saat sebuah mobil jeep hijau berhenti, dan beberapa pria berbadan kekar dengan pakaian serba hitam dengan masker yang menutupi wajah mereka turun menghadang Gatra.

Tanpa aba-aba apapun, Gatra di bekap dan di bawa masuk ke dalam mobil yang kemudian langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi, bahkan Guntar yang berlari dibelakang Gatra tak sempat menolong saat sang adik di bawa paksa beberapa pria misterius itu 

"SHITT..!!!" Pekik pemuda itu, lalu bergegas masuk kedalam mobil dan  mengemudikannya laju untuk mengejar mobil yang membawa Gatra sambil mencoba menghubungi Ayahnya untuk meminta bantuan.

Baru beberapa kilo melaju, mobil yang Guntar kendarai berhenti dengan suara decitan khas rem yang di injak kuat saat mobil melaju kencang.

"APA..?"

"BERHENTI MENGEJAR, MERAPAT KE MARKAS SEKARANG JUGA..!!" Perintah orang dalam panggilan.

"Tapi yah.."

"INI PERINTAH..!"

"SIAP 86..!" Jawab Guntar, yang langsung putar balik arah untuk menjalankan perintah ayahnya.

.

.

.

Sementara kegaduhan berlangsung, di sudut lain jalan raya Kayla mengemudi mobil milik kakaknya dengan tenang sambil mendengarkan musik dan bersenandung ringan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sementara kegaduhan berlangsung, di sudut lain jalan raya Kayla mengemudi mobil milik kakaknya dengan tenang sambil mendengarkan musik dan bersenandung ringan.

Gadis itu Tersenyum lembut saat matanya menangkap beberapa anak pedagang asongan tengah menjajakan barang dagangan di dekat lampu merah.

Menepikan mobil lalu Membuka kaca, kemudian melambai untuk memanggil mereka mendekat.

"Hei, sini..!!

ini kakak ada sedikit buat makan siang" 

Para pedagang kecil itupun tersenyum girang saat menerima lembaran uang merah yang Kayla sodorkan.

"Trima kasih kak"

"Sama-sama" balas gadis itu, sambil mengusak gemas kepala salah satu anak kecil itu 

"Ngomong-ngomong kalian jualan gini dari jam berapa? masih sekolah kan?"

"Kita nggak sekolah kak, di antara pedagang asongan yang mangkal di sekitar sini cuma satu yang masih sekolah." Jawab salah satu anak.

ELUSIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang