a different mother figure

79 16 12
                                        

yuhuuu...

yang udah kelar malming dan belum bisa tidur mana suaranya..??

kita lanjut baca yoookkk.

tapi sebelumnya sportif yuk, buat yang belum follow, di follow dulu ya guys.

***


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Di meja makan rumah Kayla, pagi itu Kayla tengah sarapan bersama ibunya. Seperti yang sudah-sudah, Mahira akan melupakan apa yang telah dia lakukan pada Kayla malam sebelumnya.

Keduanya makan dengan tenang, sesekali Kayla melirik ke arah ibunya, sekedar memastikan bagaimana mood wanita itu pagi ini.

"Eeumm, mah.

Key boleh nanya sesuatu nggak? " Tanya Kayla hati-hati.

"Tanya apa sayang?? " Jawab Mahira, sambil sibuk mengoles selai pada roti untuk Kayla.

"Mm-mmama nggak jadi memperpanjang masalah tabrak lari tempo hari kan? "

Mahira menghentikan kegiatannya dan menatap Kayla dengam kedua alisnya yang bertaut, "Kata siapa? Mama sudah datangi perusahaan itu sama pengacara kantor mama, bahkan pelakunya sudah di proses kok"

"Hah..?? Mama serius? Kok Key nggak ada di panggil buat ngasih kesaksian? "

"Itu karena mama nggak mau negosiasi damai dan bawa kamu ikut repot soal masalah ini, jadi mama cukup kasih bukti rekaman cctv ke pengacara dan menggunakan hak korban untuk bersaksi di luar pengadilan, lagi pula pelakunya udah mengakui perbuatannya, jadi semua prosesnya lebih cepat. " Jelas Mahira, lalu menyodorkan piring berisi roti selai pada Kayla.

"Eeumm, kalo boleh tau motif pelaku apa mah? "

"Dari penuturan tersangka sih, katanya mengantuk dan buru-buru. Dan dia terpaksa ninggalin kamu setelah tertabrak karena takut di pecat atasannya"

Kali ini Kayla mengernyit heran, mengantuk? Buru-buru?

Sepertinya ini sedikit tidak masuk akal, karena sangat jarang bagi orang yang tanpa sengaja melakukan tindakan fatal untuk mempunyai keputusan reflek secepat itu.

Bukankah setidaknya orang itu akan panik beberapa saat baru memutuskan untuk kabur? Tapi yang Kayla lihat pagi itu, orang itu seolah sengaja menaikan kendaraan ke trotoar dan langsung pergi setelah Kayla tertabrak. Sebuah tindakan yang hanya bisa di lakukan seseorang yang memang sengaja ingin berbuat demikian.

Kayla memakan sarapannya dengan ekspresi berfikir, sampai suara lembut Mahira menyadarkannya.

"Udah nggak usah kamu pikirin, pelakunya udah tertangkap dan mama pastikan pelakunya akan mendapatkan hukuman yang sesuai atas perbuatannya"

ELUSIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang