"Aku sudah membuktikan kalau aku mampu bertahan sejauh ini, dan tidak terbawa ego untuk pulang sendiri.
Tapi jika Tuhan menahanku agar bertahan lebih lama, hanya untuk menjemputku dengan cara seperti ini. Maka ijinkan aku mengatakan satu hal untuk y...
selamat libur panjang juga buat yang masih sekolah.
buat mengawali hari libur ini, kita duduk sebentar buat ngintip kelanjutan kisah cinta GA-LA couple yuk !.
cekidot...
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sementara di dalam kamarnya, Gatra juga terlihat tengah melamun. Berbeda dengan Yossi yang melamun sambil melihat keluar jendela, Gatra tampak duduk di meja belajarnya sambil memandangi layar ponselnya yang menyala, menampilkan potret dirinya bersama Kayla yang baru saja dia ambil sebelum meninggalkan rumah sakit.
Sama seperti ayahnya, tatapan kosong Gatra pun tak selaras dengan isi kepala dan perasaannya yang kacau.
Gatra tau persis bagaimana sifat Ayahnya, meski saat dirumah terlihat santai dan bucin, Yossi sangat tegas jika sudah memutuskan sesuatu untuk keluarganya, dan itu adalah sesuatu yang tak pernah terbantahkan, meski Gatra sudah pernah lolos satu kali saat memutuskan berkuliah alih-alih mengikuti perintah sang Ayah untuk masuk dunia militer, sebab saat itu Keluarganya tau bahwa Gatra trauma akut yang berkaitan dengan pekerjaan impiannya sewaktu kecil itu.
lamunan Gatra buyar karena suara notif pesan dari ponselnya.
"Siang ini gue udah bisa pulang tra, tapi wajib check up tiga hari kedepan, nggak usah ikut jemput nggak apa-apa kok. disini ada kakak, Emi dan Mina.
Lo istirahat aja ya, pasti capek kan semalem jagain gue?
oh iya, besok kita jalan yuk..! gue pengen jalan-jalan seharian setelah suntuk di kurung seminggu lebih di RS. lo ada waktu kan?"
Tidak langsung menjawab, Gatra justru teringat ajakan serupa yang di lontarkan Kayla di rumah sakit.
"kita hanya perlu menikmati masa ini dan membuat banyak kenangan. Karena mungkin kita nggak akan bisa melakukannya lagi?"
Ambigu, tapi Gatra baru menyadari maknanya sekarang, setelah Yossi menagih janji padanya.
Betapa penting waktu dan kebersamaan mereka saat ini, mengingat masa-masa keberangkatannya semakin dekat, Dan kebersamaan mereka akan sangat sulit di gapai saat Gatra sudah mulai menerima penempatan tugas jika keputusan Ayahnya benar-benar harus dia lakukan.
Buru-buru Gatra menyambar jaket dan kunci mobilnya untuk segera pergi kerumah sakit, Persetan dengan rasa lelahnya setelah bergadang menjaga Kayla tadi malam, Gatra tidak mau melewatkan satu hari pun kebersamaannya dengan Kayla.
Setibanya di rumah sakit, Kayla sudah berpakaian santai dan terlihat tengah duduk di kursi roda. Sementara Kai pergi untuk mengurus administrasi, sedang Emi dan Mina sibuk membereskan barang-barang Kayla.