Wooii lah, author nongol lagi
Artinya apa? Artinya ada update cerita. 😁😁
Gass aja yukk..
***
Kayla masuk kedalam apartemen setelah berpisah dengan Avans di lifth, sementara ibunya melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, Kayla memang sering menghabiskan waktu di apartemen milik kakaknya itu.
Gadis itu melempar kasar bobot tubuhnya di atas sofa ruang tengah, kemudian menatap datar langit-langit dengan pikiran yang berkecamuk.
Bagaimana Kayla tidak dibuat pusing ketika Hidupnya yang semula begitu sepi dan suram, seketika berubah setelah tiba-tiba Tuhan mengirimkan dua orang pemuda yang secara gamblang menyatakan perasaan kepadanya.
Menenggelamkan diri dalam lamunan sembari memilah rentetan kejadian yang terjadi hari itu, tanpa sadar tangan Kayla mulai menepuk-nepuk keningnya sendiri.
"Gimana gue bisa menghadapi pak Avans selama beberapa minggu kedepan sampai masa magang gue selesai kalau begini situasinya?
Jangan-jangan selama ini semua coklat dan barang-barang yang dia kasih sebagai oleh-oleh dinas cuma alasan buat ngasih gue hadiah?" Pekik gadis itu, bangkit dari posisi rebahannya.
"Ya ampun,pake acara confess segala sih pak?
Kalo begini kan kerja jadi canggung banget meskipun tadi dia bilang bisa nerima keputusan gue. Ck..!!"
Mendesah kasar sambil mencoba bangkit untuk beranjak mandi, dengan langkah malas Kayla berjalan menuju kamarnya. Namun belum sempat memutar knop pintu, suara ponsel membuatnya kembali berjalan menuju sofa, dan seketika bibirnya tersungging setelah membaca nama yang tertera pada layar ponselnya.
"Hmm.."
"Heii,,lagi apa? Ganggu nggak?" Tanya seseorang di seberang panggilan, yang ternyata adalah Gatra.
"Emang kalo gue bilang ganggu lo bakal berhenti ganggu gue?". Tanya Kayla dengan maksud bercanda, sambil tertawa kecil
"Eii,,masak ganggu sih? Kan gue lagi ngobatin lo Key"
"Hahh? Ngobatin apaan?"
"Ngobatin rindu, lo kangen kan karena dari siang nggak denger suara gue?"
"Idiihh, kepedean..!!" Celetuk Kayla sambil mengulum bibirnya.
"harus pede donk, kan gue bener. Pasti sekarang lagi senyum-senyum sendiri kan?"
"Nggak kebalik mas??"
"MAs? Lo barusan panggil gue apa Key??" Seru Gatra, dengan suara yang terdengar sumringah.
"Bb-bbukan ke arah sana tra, ii-iituu maksud gue 'Mas' dalam artian lo laki-laki." Sahut Kayla, sedikit tergagap karena salah bicara
"Yaah, padahal udah girang. Ck.." jawab orang dalam panggilan dengan suara sendu.
"Hehehe,,sabar ya.
Atau lo mau gue jawab sekarang aja, nanti kita.."
"Nggak, jangan" potong pemuda itu, bahkan sebelum Kayla menyelesaikan kalimatnya.
"Gue masih bisa sabar kok Key, gue bakal tunggu sampai lo bener-bener siap. Jadi lo nggak perlu ngerasa terbebani. Oke..??" Kalimat Gatra membuat Kayla sedikit merasa bersalah telah membuat pemuda itu menunggu terlalu lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELUSIF
Storie d'amore"Aku sudah membuktikan kalau aku mampu bertahan sejauh ini, dan tidak terbawa ego untuk pulang sendiri. Tapi jika Tuhan menahanku agar bertahan lebih lama, hanya untuk menjemputku dengan cara seperti ini. Maka ijinkan aku mengatakan satu hal untuk y...
