Mr. CEO feeling

112 13 1
                                        


Sssttt,,author nongol lagi nih.

Kalian masih setia di cerita ini kan?? 

Lanjut yuk..!!

***

Setengah berlari, Kayla masuk ke dalam lobby perusahaan tempatnya magang setelah turun dari Taxi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setengah berlari, Kayla masuk ke dalam lobby perusahaan tempatnya magang setelah turun dari Taxi. Gadis itu begitu buru-buru karena panggilan mendesak dari avans yang memerintahnya datang ke perusahaan dan menemaninya meeting dengan klien, bahkan gadis itu tidak sampai menghabiskan infusnya saat meninggalkan rumah sakit

Mencoba menetralkan nafasnya yang tersengal saat tiba di depan pintu ruang kerja Avans. Setelah cukup stabil, Kayla berdehem sebentar sembari merapikan penampilannya, lalu mengetuk pintu.

Setelah satu perintah terdengar dari dalam, Kayla bergegas masuk dengan sapaan hangat dan ceria seperti yang selalu dia lakukan selama magang.

"Ss-sselamat pagi pak Avans" sapa gadis itu.

"Pagi? Apa jam di rumah mu sedang rusak?" Tanya Avans dengan alis berkerut.

Sedikit sungkan dan tersenyum kaku, Kayla melirik jam pada dinding ruangan itu, yang bahkan sudah menunjukan pukul 2 siang.

"Mm-mmaaf pak, sebelumnya saya sudah mengabari penanggung jawab peserta magang kalau hari ini saya berhalangan hadir. Tapi bapak tiba-tiba melakukan panggilan pribadi dan meminta saya untuk datang, makanya saya langsung kesini karena takut ada kesalahan pada pekerjaan yang saya kerjakan sebelumnya." Terang Kayla.

"Kenapa kamu berencana tidak hadir hari ini? Ada masalah?" 

"Eeumm,, saya hanya merasa kurang fit pak. Tapi kalau bapak butuh bantuan saya, saya akan berusaha semaksimal mungkin"

Tidak menjawab, pemuda itu kini berdiri dan berjalan mendekati Kayla dan reflek menyentuh kening gadis itu dengan wajah berfikir.

"Bb-bbapak ngapain?" Tanya Kayla terbata.

"Kalau kamu sakit tidak perlu memaksa diri, seharusnya kamu bilang sejak awal saat saya menelfon" ujar Avans, setelah menyadari wajah Kayla memang sedikit pucat.

"Tapi tadi bapak bilang mendesak, lagi pula saya sudah baikan kok pak" 

" Benarkah?? " Tanya Avans sekali lagi, dan dijawab Kayla dengan anggukan.

"Kalau begitu kita berangkat sekarang" ajak Avans, yang langsung berjalan mendahului Kayla.

" Tt-ttunggu pak, bukankah kita perlu menyiapkan beberapa berkas sebelum bertemu klien?" Kayla bertanya dengan nada panik karena Avans terus berjalan menuju koridor lift.

"Meeting nya sudah di re-schedule, kamu ikut saja." Jawab pemuda itu, tanpa menghentikan langkahnya.

"Bb-bbaik.."tandas Kayla, menurut saja.

Setelah perjalanan selama satu jam dengan mobil yang di kemudikan sendiri oleh Avans, tibalah mereka di sebuah bangunan butik ternama di pusat kota. Meski sedikit bingung, Kayla terus mengekori Avans yang berjalan memasuki gedung setelah membuka kan pintu mobil untuknya.

ELUSIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang