Kayla's feelings

130 11 10
                                        


Hello, jumpa lagi kita..

Gimana malam minggu kalian? Masih on?

Lanjutin kisah ini yuk..!!

***

"Key

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Key..?" Panggil Gatra, dengan suara lirih.

Sesaat tidak ada jawaban apapun, hanya suara deru nafas yang terdengar sedikit lebih cepat dan tak beraturan.

Namun detik kemudian "ll-llo barusan ngomong apa Key?" Tanya Gatra, saat fokusnya telah kembali.

Kayla memaksa bibirnya untuk tertawa kecil,  karena tau Gatra tengah kegirangan.

Lalu mengulangi kalimatnya, "Mm-mmas Gatra." Jawab Gadis itu, berusaha terdengar baik-baik saja.

"Gue nggak salah denger kan? Ini bukan mimpi kan Key?" Pekik Gatra, dengan raut wajah tidak percaya.

"Lo dimana sekarang? Kita harus ketemu, Gue harus denger langsung dari mulut lo sendiri Key..!"  Lanjut pemuda itu, senang 

Akan tetapi, suara girang pemuda itu seketika hening saat menyadari keanehan dari deru nafas dan nada suara Kayla.

"Kk-kkey,ll-llo kenapa? Lo nggak apa-apa kan?" Tidak ada jawaban, lagi-lagi Gatra hanya mendengar suara deru nafas dan keheningan.

" Lo dimana Key? Kok suara lo aneh?" Tanya Gatra, sekali lagi.

Dengan nafas terengah-engah kayla memaksa bibirnya untuk mengutarakan segala isi di hatinya selama ini, setidaknya dia tidak ingin menyesali apapun jika sesuatu benar-benar terjadi pada dirinya .

"Mm-mmaafin gue ya tra, udah bikin lo sedih dan kecewa." Kalimat Kayla terjeda, sementara Gatra mulai merasakan sesuatu yang mengganggu perasaannya.

"Gue nggak bener-bener serius soal ucapan gue ke elo didepan sherin waktu itu. " 

Gatra mulai mendengar nafas Kayla yang tak beraturan .

" Sekarang tolong dengerin setiap kata yang gue ucapin dengan seksama, karena gue mungkin nggak akan punya kesempatan untuk mengatakannya lagi." Perintah Kayla, yang kemudian meringis karena kembali merasakan nyeri hebat diperutnya.

"Eeuuggghhh..!!!" Erang Kayla.

"Key,,? Ada apa? Lo nggak kenapa-napa kan? " Tanya Gatra yang semakin dibuat penasaran sekaligus khawatir.

Kayla menarik nafas panjang untuk mengumpulkan Kekuatannya sebelum meneruskan kalimatnya, lalu menghembuskannya perlahan.

"Tra,,, " panggilan lembut itu membuat Gatra terpaku diam.

"Selama ini gue udah ngebuktiin, kalau gue mampu bertahan sejauh ini, dan tidak terbawa ego untuk pulang sendiri. 

Gue udah cukup lama menahannya.

ELUSIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang