What about us ?

118 8 12
                                        

Author muncul, berarti apa?

Saatnya kumpul buat lanjut baca lagi.

Gass yuk..!!!

***

Karena lirikan maut Kayla yang mengintimidasi dan seolah memperingatinya untuk tidak bersikap ke kanak-kanak kan, Kai akhirnya melepaskan Gatra kali ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Karena lirikan maut Kayla yang mengintimidasi dan seolah memperingatinya untuk tidak bersikap ke kanak-kanak kan, Kai akhirnya melepaskan Gatra kali ini. Dan memutuskan pergi meninggalkan dua sejoli itu untuk beristirahat di rumah setelah beberapa hari tinggal di Rumah sakit, sebelum melanjutkan niatan mengunjungi kediaman kakeknya. 

Suasana seketika berubah canggung, sebab dua sejoli itu langsung teringat kenyataan bahwa status mereka kini sudah jelas, meski tersampaikan dalam situasi yang tidak tepat.

Bahkan Gatra yang biasanya sangat usil dan percaya diri saat ini lebih banyak diam dan sesekali tersenyum tidak jelas saat matanya bertemu dengan tatapan Kayla, apalagi jika ingat bagaimana tadi Kayla membela nya di depan Kai.

"Lo kenapa sih tra? Cengar-cengir mulu dih."

"Bentar, lo barusan manggil gue apa? "Tanya Gatra yang terdengar tidak terima.

"Tra, emang kenapa?"

Pemuda itu melirik Kayla dengan bibir cemberut, lalu menghela nafas kasar.

" Ini serius gue masih lanjut di gantungin Key?"

"Maksud lo apa sih?"

Gatra menepuk kening, lalu mengacak rambutnya dengan frustasi. 

Bagaimana caranya untuk mengatakan pada Kayla kalau mereka sudah resmi bersama? 

Bagaimana kalau ucapan Kayla kemarin hanya efek halusinasi karena sedang dalam keadaan setengah sadar?

Bisa-bisanya Kayla bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, padahal hatinya sempat berbunga, meski di susul dengan sesak yang hampir turut membunuhnya jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi pada Kayla.

Kayla menatap Gatra dengan alis berkerut keheranan, "lo kenapa sih?" Tanya gadis itu, sekali lagi.

Menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan, untuk mencegah dirinya tantrum sendiri. Gatra meraih tangan Kayla dan menyelipkan cincin pemberian dirinya yang di titipkan oleh Anita pasca operasi. Lalu menggenggam tangan gadis itu sambil mengangkatnya sedikit.

"Cincin ini sebelumnya ada disini lho, bukankah udah jelas kalau ini bentuk respon positif dari pernyataan cinta gue ke elo kan? Hmm..?" Ujar pemuda itu, tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.

Sontak membuat Kayla langsung paham, tapi memilih untuk mengulum bibirnya agar tawanya tidak meledak saat melihat kelakuan random Gatra.

Gadis itu berdehem sekilas, lalu menjawab dengan ekspresi cuek, " terus..?"

ELUSIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang