Hugh

105 13 7
                                        


Gass lanjut baca lagi yuk..!!

***

Mata yang perlahan terbuka itu langsung bertemu dengan tatapan sendu Kayla yang reflek menoleh sambil mengusap lembut pipinya yang basah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mata yang perlahan terbuka itu langsung bertemu dengan tatapan sendu Kayla yang reflek menoleh sambil mengusap lembut pipinya yang basah.

Jika boleh jujur, Gatra benar-benar tidak suka situasi ini. 

Memperlihatkan kelemahan dirinya di hadapan gadis yang sangat ia sukai benar-benar tidak ada dalam rencana hidupnya. Bagi Gatra, biarlah semua masa lalu dan kondisi psikisnya yang sedikit terguncang itu menjadi sesuatu yang hanya perlu dia tangani sendiri. Gatra sama sekali tidak ingin membebankan masalah itu pada keluarga ataupun orang-orang yang dia sayangi. Terutama Kayla, yang saat ini masih dia perjuangkan cintanya.

Pemuda itu tidak bicara sama sekali sejak membuka matanya, bahkan untuk membalas tatapan sendu Kayla, Gatra benar-benar merasa tidak sanggup.

Antara gugup, malu, dan takut jika Kayla merasa kondisinya akan membebani gadis itu.

Namun sikap Kayla yang tiba-tiba tersenyum lembut, lalu merebahkan kepalanya di atas dada Gatra justru membuat pemuda itu cukup terkejut dan kebingungan.

Keduanya sama-sama membisu selama beberapa saat, hingga akhirnya suara lembut Kayla memecahkan keheningan.

"Jangan malu atau takut terlihat lemah didepan gue.

Tidak ada orang yang benar-benar baik-baik aja.

Gue nggak akan nanya apa yang pernah terjadi, dan hal apa yang ngebuat lo sampai ngalamin hal seperti ini tra, karena gue juga nggak pernah tau bagaimana cara memulai untuk mengisahkan hal-hal kelam apa aja yang udah terjadi di hidup gue selama ini.

Tapi lo perlu tau, bahwa bagaimanapun masa lalu berkali-kali melukai dan ngebuat elo kesulitan bernafas. Sampai hari ini lo udah ngebuktiin, kalau esok akan selalu datang, dan elo masih bisa hidup dengan baik sampai detik ini.

Itu artinya seburuk apapun masa lalu nggak akan bisa mengacaukan masa depan selama lo percaya, bahwa hari esok adalah lembaran kosong, yang isinya tergantung bagaimana kita memilih tema dan warna untuk memulainya menjadi kisah yang utuh.

Kenyataannya, kita nggak bisa mengubah apapun yang udah terlanjur terjadi, kita cuma bisa menjalani dan bertanggung jawab atas semua pilihan hidup kita ." Kayla menjeda ucapannya sejenak saat sekilas memori tentang bagaimana dia menjalani kesehariannya terlintas di kepalanya.

Rasanya konyol, karena nyatanya, sampai hari ini Kayla masih tetap memilih mengisi lembar kosong harinya dengan berbagai tema suram dan warna gelap, dan menciptakan gambaran memori mengerikan dalam ingatannya.

Gadis itu menghela nafas berat sejenak untuk mengurai rasa sesak didadanya, sebelum akhirnya melanjutkan apa yang ingin dia utarakan.

"Mungkin ini akan terdengar ambigu, karena kalimat ini bukan berarti gue udah nerima elo untuk sepenuhnya masuk ke hidup gue. Tapi,,

ELUSIFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang