Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
Sebuah tempat yang menyajikan pemandangan kemerlap lampu warna-warni dan dentuman suara musik yang sangat keras menjadi tujuan tuan muda Arizona malam ini. Beberapa botol alkohol beraroma tajam telah kosong di atas meja, menyisakan residu pahit di tenggorokannya. Kini dirinya lemas tak berdaya, matanya teduh seakan berat dibuka.
Dunia di matanya seakan berputar, segala objek yang dilihatnya seolah berpindah begitu cepat. Setiap dentuman musik terasa menghantam dadanya, membawa kesadarannya melayang jauh.
Ia tak bisa memikirkan hal lain lagi selain dirinya yang merasa terbang dan tubuhnya yang begitu ringan. Persetan dengan semua hal. Ia hanya ingin semua beban yang ia pikirkan akhir-akhir ini menghilang. Ia membenci Alluna, juga Amov yang selalu mengkambing hitamkan dirinya.
Seorang wanita mengenakan dress hitam yang hanya menutupi sedikit pangkal pahanya mendekati Arnav yang duduk di sebuah sofa.
"Hello, Baby!" panggilnya dengan suara manja.
Tanpa menunggu persetujuan Arnav, wanita itu duduk di pangkuan pria bertindik itu—merangkulkan kedua tangannya di leher Arnav.
Arnav yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol hanya diam diperlakukan demikian. Biasanya ia sangat tidak suka disentuh jalang mana pun, karena hanya dirinya saja yang boleh menyentuh, tetapi ia sangat tidak suka disentuh orang lain.
Wanita yang memakai lipstik merah doff itu bersuka ria—menyentuh setiap inci tubuh Arnav. Hingga sentuhannya sampai pada organ vital pria itu yang mulai mengeras. Tangan wanita itu sangat lihai bermain agak lama di sana, hingga dirinya turun dari pangkuan Arnav dan segera bersiap membuka celana pria itu.
Hampir saja kejantanan seorang tuan Arizona itu terlihat oleh wanita jalang yang entah datang dari mana. Meski dalam kondisi mabuk berat, Arnav sedikit tersadar dan menghempas tangan jalang kurang ajar itu.
"Jauhkan tangan kotormu dariku!" desis Arnav. Ia bangkit dengan sisa tenaga yang ada, menghempas tangan wanita itu darinya.
Di meja pelayan, Arnav meminta satu lagi minuman favoritnya. "Berikan satu botol seperti biasa."
Seorang bartender itu segera memberikan satu botol Diva Vodka yang Arnav pesan.
Setelah mendapatkan apa yang ia pesan, Arnav melangkah meninggalkan House Bottle Bar yang menjadi tempat favoritnya untuk menghilangkan penat. Saat dirinya hendak menuju mobilnya, di perjalanan ia tak sengaja menabrak seseorang yang kini terjatuh.
"Fuck!" pekik Arnav saat mengetahui botol Diva Vodka-nya terjatuh. Beruntung botol itu didesain khusus sehingga tidak mudah pecah. Sebisa mungkin, ia mengejar botol yang menggelinding jauh.
Sementara itu, seseorang yang ditabrak oleh Arnav berusaha bangkit dan berdiri sebisanya. Wanita itu terlihat sangat kumuh, dengan jas yang tampak kebesaran di tubuhnya.
Arnav berhasil mendapatkan botolnya kembali. Begitu terkejutnya ia kala melihat seseorang berdiri tepat di belakangnya.
Wanita itu tidak menyangka jika pria yang menabraknya adalah orang yang ia sebut dengan sebutan 'orang yang suka tenggelam'
Tanpa menghiraukannya, Arnav langsung menuju mobilnya.
"Tunggu!" Wanita yang bernama Thalassa itu berlari mengejar Arnav. Sebuah teknik yang baru ia pelajari selama beberapa hari ini adalah, selain berjalan ternyata manusia juga mempunyai kemampuan lain yaitu berlari.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasyDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
