Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
Mulmed
Mansion Arizona's family
🔻🔻🔻
Arnav terlalu terburu menarik lengan Thalassa tanpa memperhatikan sekitar. Hal itu membuat mata kaki Thalassa terbentur kaki meja. Wanita itu berpekik nyaring, meminta Arnav berhenti sebentar hanya untuk meredakan sakitnya.
Sayangnya Arnav tidak sepeduli itu, ia terus menyeret Thalassa agar segera sampai ke kamarnya. "Rapikan semuanya! Setelahnya pijat punggungku."
Tanpa berdosa Arnav melepas kemejanya dan membuangnya ke sembarang arah-menampakkan dirinya yang hanya mengenakan singlet putih, membuat otot-otot lengannya terlihat jelas. Lalu, ia merebahkan diri di ranjangnya dalam posisi tengkurap.
Sementara Thalassa berkedip bingung. "Tunggu! Wajahnya seperti tidak asing," gumamnya. Tidak salah lagi, pria di depannya ini adalah pria yang ia tolong saat kecelakaan kapal terjadi.
Namun, saat Thalassa akan mendekati Arnav untuk memastikam, Caroline justru datang menyusul.
"Aku akan membantu merapikan semua ini," ucap Caroline seraya memungut beberapa benda yang berserakan di lantai.
Thalassa mengerti dan langsung mengikuti seperti apa yang dilakukan oleh Caroline. Caroline iba melihat Thalassa, ia berpikir ini semua salahnya; karena lancang membawa Thalassa ke mansion majikannya, membuat kesalahpahaman terjadi. Padahal niat Caroline hanya membawanya sekitar sehari atau dua hari saja, baru setelah itu ia akan mengantar Thalassa pulang ke keluarganya.
"Apa kau lapar?" tanya Caroline dengan nada berbisik karena takut Arnav terganggu akan suaranya.
Thalassa hanya mematung disusul bunyi perutnya yang terdengar sangat kosong. Ia pun tertawa malu karena suara perutnya sebesar itu.
Caroline meraih tangan Thalassa dan mengajak wanita itu ke dapur. "Menu makan siangmu biasanya apa saja?"
"Ikan," balas Thalassa.
"Baiklah. Aku juga baru saja memasak ikan. Kau pasti menyukainya." Dengan sangat percaya diri, Caroline mengambil satu ekor ikan yang telah digoreng, lalu ia tunjukkan pada Thalassa.
"Ikan mati?" Thalassa pun shock melihat ikan berwarna golden brown yang tidak berdaya di piring.
"Iya, ikan goreng lebih tepatnya," ungkap Caroline membenarkan.
Namun, Thalassa tampak bersedih hati. "Bu ... bukan. Ikannya mati? Apa kau yang membunuhnya?"
"Tidak, tidak membunuh Thalassa. Bukannya ikan memang disajikan mati agar bisa dimakan? Cobalah!" perintah Caroline seraya mencubit sedikit daging ikan untuk disuapkan pada Thalassa.
"Tidak!" Thalassa tiba-tiba saja berteriak sangat kencang. Ia menghindar tak tentu arah. "Mereka membunuh ikan," monolognya dengan mata yang melebar.
"Thalassa! Kau mau ke mana?!" Caroline semakin kebingungan karena tingkah Thalassa yang demikian.
Thalassa terus saja menghindar menjauhi Caroline hingga tak sadar kakinya menemukan jalanan beraspal yang mengartikan dirinya sudah keluar dari mansion mewah milik keluarga Arizona. Ia ingin kembali ke laut, tetapi ia tidak tahu ke mana arah yang harus ia tuju. Thalassa hanya berjalan tanpa tujuan. Tiba-tiba sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi dan hampir saja menabraknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasyDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
