Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
Play music, please!
Dark Horse - Katy Perry, Juicy J
3330 kata untuk part ini, enjoy it, guys 🤍
•
Setelah tali tambat terlepas dari dermaga, sebuah yacht berukuran besar bergerak perlahan meninggalkan pesisir pantai. Jonas berdiri di bagian belakang yacht, untuk memantau perjalanan. Sedangkan yang mengemudi kali ini adalah Thomas, sekali lagi pria itu membuktikan jika dia adalah penyetir handal.
Yacht mewah itu meluncur dengan pasti, meninggalkan jejak gelombang kecil di belakangnya. Pemandangan pesisir pantai dengan dermaga kayu yang memukau, semakin menjauh seiring dengan pergerakan yacht yang semakin cepat.
Setelah memastikan semuanya berjalan dengan baik, Jonas melangkah menuju kabin—tempat di mana para tuannya berada.
Begitu pintu geser kabin terbuka, aroma wewangian kayu cendana bercampur aroma kopi menabrak indera penciuman Jonas. Kabin itu mempersembahkan interior ruang yang begitu mewah lewat pencahayaan lembut yang terpancar dari lampu kristal yang meggantung di langit-langit.
Di bagian belakang kabin, terdapat sebuah area lounge yang nyaman dengan sofa putih yang empuk juga bantal untuk bersantai. Di sampingnya terdapat jendela besar yang menawarkan pemandangan laut lepas yang bisa dinikmati saat perjalanan berlangsung.
Di bagian sudut, terdapat sebuah meja yang di atasnya tertata beberapa botol minuman keras, atas permintaan Arnav. Pria yang semula menolak untuk ikut dalam perjalanan itu, tidak bisa lagi menghindar. Tak peduli sekeras apa ia menyuarakan penolakannya, Amov tetap memaksanya untuk pergi.
Arnav kala itu duduk di sofa putih, berdampingan dengan Arnest yang fokus pada ponselnya.
"Tuan, kapal sudah diberangkatkan. Akan memakan waktu sekitar 4-5 jam untuk sampai ke tempat tujuan," beritahu Jonas dari kejauhan. Pria yang mengenakan setelan khas bodyguard itu kini berdiri dengan tangan bertumpu di pangkal pahanya.
Kedua tuan muda itu mengangguk menerima laporan Jonas.
Cahaya yang terpantul dari ponsel milik Arnest, mempertegas wajahnya yang tampak tersenyum. Dari layar ponselnya terlihat bubble chat dari seseorang. Jari-jemarinya kian lancar mengetik huruf demi huruf, membalas pesan itu.
Sementara Arnav terlihat sibuk menegak wine dari botol berukuran sedang yang digenggamnya. Perjalanannya baru dimulai, akan tetapi rasa bosan sudah menguasainya. Bagaimana ia bisa bertahan sampai 4-5 jam ke depan?
Arnav beranjak dari sofa, tindik di alis kirinya berkilauan di bawah sinar lampu. Ia mangayunkan langkah panjang, berjalan mengabaikan Arnest yang sibuk dengan ponselnya.
"Mau ke mana kau?" tanya Arnest saat menyadari Arnav melewatinya.
"Melompat ke laut," balas Arnav dengan kesal.
"Apa kau gila?"
Namun, suara Arnest sudah tak terdengar lagi karena Arnav sudah menghilang entah ke mana.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasyDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
