DARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞
Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat.
Ke...
This chapter contains explicit romantic scenes and mature themes.
Recommended for mature readers only.
Please, be wise! _____
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Deru suara mesin terdengar—sebuah yacht mewah melintas, membelah permukaan laut yang berkilau bak hamparan berlian di bawah terik matahari siang. Ribuan buih tertinggal di belakang, kemudian menghilang seiring pergerakan yacht yang menjauh.
Thomas duduk dengan sikap waspada di kursi kemudi. Punggungnya tegak, kedua tangannya memegangi setir, dengan mata fokus menatap garis cakrawala di depan. Sesekali ia melirik radar dan panel kontrol untuk memastikan perjalanan tetap stabil.
Di dek bagian depan, suasana jauh lebih tenang. Arnav bersandar santai di sofa outdoor putih yang menghadap langsung ke laut lepas. Namun pemandangan laut yang bagi sebagian orang sangat memukau—sama sekali tidak menarik perhatiannya. Matanya hanya tertuju pada satu hal.
Thalassa.
Wanita itu duduk tepat di sampingnya.
Angin laut mengibaskan rambut panjangnya, membuat helaian hitam itu menari bebas di udara. Dress putih yang ia kenakan ikut bergerak mengikuti arah angin, sesekali menyingkap garis tubuhnya sebelum kembali jatuh dengan ringan.
Debur ombak memecah di sisi yacht, menciptakan irama tenang menyertai perjalanan mereka.
Hari itu Arnav sengaja membawa Thalassa mengarungi samudra dengan yacht pribadi milik keluarga Arizona. Jika waktu itu yacht digunakan untuk perjalanan bisnis, namun kali ini tidak. Ini adalah perjalanan khusus Arnav-Thalassa.
Dan itu juga kali pertamanya seorang Tuan Muda Arnav Arizona benar-benar ingin menikmati waktunya.
"Kau menyukainya?" tanya Arnav dengan suara rendah yang hampir teenggelam oleh hembusan angin kencang.
Sejak Thalassa kembali, Arnav lebih memerhatikan reaksi wanita itu. Ia memastikan Thalassa merasa nyaman, memastikan tidak ada hal yang membuat Thalassa merasa tertekan saat berada di dekatnya.