Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
Keluarga Nasution sudah tiba lebih dulu di mansion Arizona. Mereka sengaja datang lebih awal malam ini. Alluna mengenakan dress terbaiknya yang baru saja ia beli tadi sore. Betapa antusiasnya wanita itu kala mendengar bahwa keluarganya dan keluarga Arizona akan mengadakan pertemuan.
"Selamat malam, terima kasih sudah berkenan menghadiri undanganku," ungkap Amov pada Arnold.
Arnold mengangguk diiiringi tawa khasnya. "Sudah sepatutnya begitu, bahkan jika kami memiliki kepentingan lainnya akan kami cancel kepentingan tersebut." Basa-basi Arnold sudah sangat biasa terdengar.
"Mengapa Arnav tak terlihat?" Tiba-tiba Alluna menyambar di tengah percakapan. Kehadiran Arnest yang seorang diri di samping Amov mengundang tanya bagi Alluna.
"Oh, Arnav. Sebentar lagi dia akan datang. Grace, tolong panggil Arnav untuk segera bergabung," perintah Amov pada maidnya.
Grace yang berdiri tak jauh dari meja makan kini mematuhi perintah tuannya. Ia berjalan menuju kamar Arnav yang tertutup. Dengan tiga kali ketukan ia mencoba memanggil sang penghuni kamar. Tak lama pintu pun terbuka.
"Thalassa, kau di sini? Di mana Tuan Arnav? Tuan besar Amov memanggilnya untuk segera bergabung di meja makan."
Thalassa sudah tahu jika malam ini akan ada acara makan malam bersama tamu istimewa Amov, tetapi dirinya tak bisa membujuk Arnav yang sedang tidak ingin menghadiri acara tidak jelas itu.
"Entahlah, kurasa Tuan Arnav tak akan mau." Thalassa menunduk lesu. Ia sudah memberi tahu Arnav berkali-kali tentu saja atas perintah tuan besarnya. Akan tetapi, Arnav justru mendiamkan Thalassa.
"Mengapa begitu?" tanya Grace.
"Lihatlah!" Thalassa menunjuk ke arah yang harus Grace lihat.
Dan benar saja, tuan muda Arizona itu sedang tertidur pulas dengan sepatu dan kaos kaki yang masih terpasang lengkap di kakinya.
"Astaga, apa yang harus kukatakan pada Tuan Amov." Grace mengeluh. Tidak mungkin dirinya kembali tanpa membawa Arnav.
"Thalassa, bantu aku membangunkannya." Grace menarik paksa tangan Thalassa kala itu.
"Maaf, Tuan bukan aku lancang, tetapi ini semua demi kebaikan bersama," ucap Grace setengah tak enak hati membangunkan tuannya.
Dengan tiga kali percobaan akhirnya usaha dua maid itu membuahkan hasil. Arnav melenguh kasar dan sedikit demi sedikit membuka kedua matanya yang semula tertutup.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" Arnav berkata dengan suara beratnya.
"Maaf, Tuan, tetapi Anda harus menghadiri acara makan malam, saat ini juga."
Arnav yang baru saja mendapati kesadarannya mengembus napas kasar. Kejadian ini sudah ia prediksi sebelumnya. Ia sengaja tidur untuk menghindari acara itu, tetapi usahanya gagal.
"Iya, sampaikan pada tuanmu, tunggulah dua jam lagi."
Grace reflek menutup mulut. Andai saja yang di hadapannya bukanlah majikannya sudah pasti ia akan memukul kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasyDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
