Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
Please, play music now!
I Found - Amber Run
•
Arnav POV
Jonas memutar kemudi, tangannya bertumpu pada bulatan setir, mengendalikan pergerakan mobil di tengah padatnya kota. Jalanan malam dipenuhi lampu sebagai penerang, juga beberapa layar iklan yang berputar, menunjukkan kehidupan di kota Staiq tak pernah berhenti, meski malam sudah tiba. Bahkan, sebagian ada yang baru memulai kehidupannya saat malam hari.
Amov duduk di depan—di samping Jonas, sementara Arnest dan Arnav berada di jok belakang. Arnav membuang pandang ke luar jendela, jengah akan suasana. Ia sama sekali tidak ingin pergi. Seperti yang ia katakan sebelumnya pada Thalassa, bahwa ia lebih suka menghabiskan malam dengan menyentuh wanita itu. Namun, kini ia harus terjebak di sana, di mobil yang akan membawanya entah ke mana, ia juga tidak tahu pasti acara apa yang akan ia hadiri.
Ponsel Amov yang terhubung langsung dengan sistem audio mobil berdering, diawali dengan sebuah getaran yang mengejutkan semua orang. Layar di dashboard menampilkan nama Kaia. Melihat itu, tangan kiri Jonas terulur menggeser tombol jawab dengan cepat.
"Ya, Kaia? Ada apa?" Jonas mengawali percakapan.
Suara Kaia terdengar panik dan putus asa dari seberang. "Maaf, aku tak bisa menghadiri acara malam ini."
"Mengapa tidak bisa? Ini acara pertamamu dihitung saat kau menjabat sebagai sekretarisku dan kau harus hadir. Kau tahu, kau dibutuhkan di sana," potong Amov. Ia tersentak kala mendengar Kaia yang mengatakan tak dapat menghadiri acara penting itu.
"Tapi, Pak, mobilku tiba-tiba mesinnya tidak menyala. Meski aku naik taksi pun, aku akan terlambat." Kaia semakin putus asa, ia sudah menghitung kilometer jarak yang harus ditempuh dari apartemennya ke lokasi acara, membutuhkan waktu yang lumayan lama.
"Kirimkan lokasimu secepatnya, aku akan segera mengirim jemputan untukmu."
"Ta ... tapi, Pak—"
Arnav yang awalnya tak peduli, mendadak mendengarkan dengan serius. Seringai tipisnya muncul. Sebelum Kaia melanjutkan ucapannya, Arnav tiba-tiba menyambar. "Jonas, bukankah lebih baik kalian berangkat bersama? Sayangnya jok mobil ini hanya ada empat, bagaimana jika salah satu dari kita ada yang turun, agar dia bisa bergabung dalam mobil ini."
Amov dan Jonas menoleh serempak pada Arnav.
Arnav menepuk pelan bahu Jonas. "Bagaimana jika aku saja yang turun. Jonas, berhentilah!"
Tentu saja Jonas menatap Amov terlebih dahulu, meminta persetujuan.
"Apa maksudmu Arnav? Apa kau tidak bisa menjadi penurut, setelah aku maklumi semua kelakuanmu!" desis Amov dengan tatapan tajam.
Arnav kini mulai melemaskan bahu, kembali menabrakkan punggungnya dengan sandaran jok. Sial! Rencananya gagal, bukannya mengizinkan, Amov justru terlihat kesal.
Arnest menatap Arnav dengan alis bertaut, bingung dengan jalan pikiran saudaranya itu. Bahkan sudah duduk di dalam mobil pun, Arnav masih saja berkeinginan untuk kabur. Apa dengan duduk saja dan menurut adalah hal yang begitu sulit dilakukan?
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasiDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
