018

891 49 6
                                        

Selamat membaca

.
.
.
.

⬇️⬇️⬇️

Sebelum itu jangan lupa vomennya ya man teman 😚

Jangan jadi silent reader, please!
🙏🏼🥲

Detakan jantung Yohanna semakin kencang kala seatbelt terpasang erat di tubuhnya. Kedua tangannya terasa kaku dan dingin kala memegang kemudi mobil, seolah-olah darah tak mengalir dengan baik. Jari-jari lentiknya bermain di atas bulatan stir mencari ritme yang tepat untuk menenangkan dirinya.

Dengan kesiapan yang sudah diyakini sepenuhnya, secara perlahan ia pun menginjak pedal gas. Wanita yang selalu tersenyum itu kini pergi bersama mobil barunya, hadiah ulang tahunnya yang ke dua puluh.

Sudah dipastikan Yohanna sangat gugup. Pasalnya, ini pertama kalinya ia membawa mobil seorang diri tanpa didampingi ayah atau sopir pribadinya. Namun, sejauh ini tak ada kendala. Wanita itu tampak sangat nyaman dan aman mengendarai mobilnya.

Hingga di persimpangan pertamanya, rasa gugup itu kembali datang. Keringat dingin mengucur membasahi rambut di pelipis kanan dan kirinya. Bahkan dinginnya air conditioner pun kalah oleh rasa gugup yang tidak bisa ia kuasai. Dan, yap meski harus bertaruh, ia pun berhasil melewati persimpangan pertamanya.

Kini Yohanna sudah bergabung dengan banyaknya pengguna jalan. Kota Staiq pagi ini menyambut para pengendara dengan sajian langit yang mendung dan kabut abu-abunya. Sungguh sangat menyiksa para manusia yang memiliki aktivitas pagi-pagi sekali. Cuaca dingin sungguh sangat nyaman jika dihabiskan dengan rebahan di atas ranjang dengan selimut panjang.

"Tidak terlalu buruk untuk percobaan pertama." Yohanna memuji dirinya sendiri. Putri kesayangan ayahnya itu benar-benar menyetir untuk dirinya sendiri pagi ini. Sangat senang rasanya saat ayah Yohanna memberikan izin putrinya untuk pergi ke university seorang diri.

Karena dirasa ia sudah lumayan handal, Yohanna menaikkan sedikit kecepatannya untuk menguji nyali sampai kecepatan berapa ia bisa mengemudi.

Jalanan lengang memudahkan wanita itu menyetir dengan kecepatan agak tinggi. Ia rasa suasana terlalu hening, akhirnya Yohanna mengambil benda pipih yang berada di dalam tasnya. Ia memilih playlist lagu yang akan menemaninya di perjalanan.

Saat dirinya fokus mencari lagu, tiba-tiba suara klakson keras dari pengemudi lain terdengar memecah keheningan. Panic attack menyerangnya tanpa ampun, Yohanna tak sadar jika mobilnya keluar jalur.

Dalam kepanikan, alih-alih membanting stir ke kanan, ia justru memutar kemudi tak tentu arah sambil menginjak gas secara penuh. Mobil Huracan Evo berwarna lilac itu melaju kencang, menyenggol beberapa kendaraan lain sebelum akhirnya menabrak pinggiran tugu kota Staiq dengan sangat keras.

Bagian depan mobil itu hancur. Lampu sein yang didesign secara khusus itu sudah tak berbentuk. Yohanna terperanjat, kala itu ia masih tersadar dengan ponsel yang masih erat digenggamnya.

Kepalanya terbentur keras pada setir mobil. Mengakibatkan pendarahan ringan di keningnya. Lima detik kemudian pandangan wanita itu memudar. Dunia yang semula berwarna kini perlahan meredup dan Yohanna kehilangan kesadarannya di detik itu juga.

The Blue ShineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang