Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
▶️ Play mulmed
Say you won't let go, James Arthur
🔞
Warning this mature area❗Be wise, guys❗
Kelas sudah berakhir, semua mahasiswa satu persatu mulai keluar meninggalkan area kelas, terkecuali Yohanna dan Arnest.
"Arnest," panggil Yohanna dengan pelan.
"Yes, Baby," jawab Arnest sembari meletakkan sebelah tangannya di dagu menatap wanita di sampingnya.
Yohanna tersenyum miring lalu menggeleng pelan. Jujur saja ia merasa geli mendengar nada bicara Arnest.
"Mengapa gelagatmu seperti itu? apa aku salah jika aku memanggil kekasihku dengan sebutan itu?" Suara Arnest mulai terdengar serius kali ini.
"Tidak, bukan seperti itu. Tetapi, bisakah kau bertingkah biasa saja. Seperti sebelumnya?" pinta Yohanna.
Hal itu membuat Arnest menegakkan duduknya. "Lantas apa yang istimewa dari hubungan kita, jika kau meminta seperti itu?"
Sesederhana itu permintaan Yohanna, namun sepertinya Arnest begitu berat melakukannya. "Terserah kau saja."
"Ayolah, jangan seperti itu. Ekspresi wajahmu membuatku ingin menciumimu," ucap Arnest sebelum kemudian mengerlingkan matanya.
"Arnest, hentikan!" Yohanna berniat memukul Arnest karena kesal, akan tetapi pria itu memundurkan tubuhnya dan membuat Yohanna mendarat tepat di dada bidangnya.
Mendapati Yohanna yang berada di dadanya, dengan cepat Arnest menyilangkan tangan—merengkuhnya. "Kali ini aku bisa dengan bebas memelukmu."
Yohanna tersenyum malu tanpa sepengetahuan Arnest, tentu saja. "Sudahlah lepaskan."
Akhirnya Tuan Muda Arizona itu melepaskan pelukannya. Ia menatapi lekat wajah kekasihnya dan berniat mendekatkan bibirnya pada bibir Yohanna.
"Stop!" Yohanna menghalangi Arnest dengan menutup mulut pria itu dengan telapak tangannya.
"Aneh sekali, bagaimana bisa kau menolakku. Seharusnya pasangan baru itu merayakan dengan berciuman—selalu." Arnest menjabarkan kata-katanya, menatap langit-langit kelas, seakan berkata pada udara berharap mereka menyetujuinya.
Yohanna lantas berdiri merapikan barang-barangnya lalu pergi. Jika kalian pikir, Yohanna mengabaikan Arnest maka kalian benar.
"See, sekali lagi dia mengabaikanku. Yohanna, tunggu!" Pria itu pun mengejar Yohanna. "Apa kau dijemput?" sambung Arnest begitu ia berhasil menyusul.
Wanita yang diajak bicara olehnya hanya menggeleng pelan. Sopirnya tidak bisa menjemput karena sedang mengantar orang tuanya ke sebuah acara.
"Kalau begitu, sudah jelas. Kau harus pulang bersama kekasihmu yang sangat tampan ini, Baby," bisik Arnest seraya menyisir rambutnya dengan tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasiDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
