Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
Sebelum itu aku minta vomennya ya, guys 💙 biar aku tambah semangat updatenya.
Arnav melipat kedua tangan di dada. Punggung lebarnya ia sandarkan pada kursi tunggu yang tersedia. Kedua matanya menyapu pandang seluruh isi toko yang saat ini ia singgahi. Memberikan ia pemandangan interior ruang yang sangat memukau. Nuansa silver mendominasi sehingga membuat sinar lampu terpancar sempurna.
Di sela-sela waktu menunggunya, pendengaran tuan muda itu menangkap suara derap langkah kaki yang kian mendekat ke arahnya.
Wujud seorang wanita dengan pakaian berwarna putih berhasil mengambil alih dunianya. Mulutnya ternganga tanpa ia sadari. Bola mata berwarna hazel yang dimilikinya terfokus pada satu objek yang kini berdiri tepat di hadapannya.
"Sudah aku pakai, Tuan," tutur Thalassa seraya menyampirkan rambut panjangnya ke belakang.
Arnav masih tidak percaya dress putih yang dipilihnya, dengan begitu ajaib membalut tubuh Thalassa dengan begitu anggunnya. Sungguh pemandangan yang sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja.
"Bagaimana, Tuan?" ucap Thalassa mempertanyakan pendapat Arnav tentang dress yang ia kenakan saat ini.
"So beautiful," balas Arnav dengan suara yang hampir tak terdengar. Pandangannya masih terpaku pada Thalassa dan ia tidak bisa tidak terpesona.
Tubuh tinggi Arnav berjalan mendekat ke arah Thalassa. Keduanya pun kini saling berdekatan. Napas Arnav memburu tak karuan, ia rasa seluruh darahnya kini terpompa lebih cepat dari sebelumnya.
"Jangan menunduk aku ingin memandangi wajahmu," katanya dengan suara mendalam. Tangan Arnav terangkat memegangi dagu Thalassa, membuat wanita itu terpaksa mendongak.
Pandangan mereka terkunci dalam satu waktu. Sapuan hangat tangan Arnav kini menjalar naik ke bibir plumpy milik Thalassa, membuat getaran aneh di dada Thalassa muncul tanpa diminta.
Sungguh tatapan Arnav sangat sulit diartikan. Tapi, satu hal yang pasti, ia tidak bisa melepaskan tatapannya. Ketegangan Thalassa meningkat kala tangan Arnav merengkuh erat pinggangnya, menjadikan jarak di antara mereka sungguh tidak ada.
"Tuan," lirih Thalassa yang merasa mereka terlalu dekat.
"Ssstt," tegur Arnav dengan suara rendah, memberi tahu Thalassa untuk diam saja.
"Tuan, bagaimana dengan dress-nya, apakah Anda cocok?" tanya seorang pelayan toko yang baru saja masuk. Alangkah terkejutnya pelayan toko itu kala melihat pemandangan yang tak seharusnya dilihat olehnya.
"Oh, maaf. Maafkan aku." Pelayan toko meminta maaf dengan sopan.
Dengan cepat Arnav melepaskan Thalassa dari pelukannya, menciptakan suasana canggung membungkam ruangan. Arnav menutup wajah dengan sebelah tangannya lalu kemudian menurunkannya lagi dengan gerakan yang kasar.
Berkacak pinggang pria itu dan berkata, "Ah, ya. Aku ambil yang ini. Berikan satu lagi koleksi terbaikmu."
Dengan sigap pelayan toko itu mengambil koleksi terbaiknya bulan ini. Sementara Arnav memerintah Thalassa kembali ke ruang ganti untuk membuka dress putih yang tadi dikenakannya.
Arnav duduk kembali, diikuti rasa penyesalannya. "Maid sialan! Dari mana Caroline mendapatkan maid pengganti itu. Mengapa dia sangat cantik. Tidak! Maksudku mengapa dia sangat ... akkh!" Arnav mencengkram rambut frustasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasyDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
