Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
Please, play music!
🎵 Dark Paradise - Lana Del Ray
Air berputar hebat, menciptakan deru yang memekakkan telinga. Lingkaran pusaran itu menganga semakin lebar, seolah siap menelan habis apa saja yang berani mendekat. Di tengahnya, kabut tipis perlahan muncul, memaksa Victor dan Thalassa menegang waspada.
Dari balik kepulan itu, sebuah siluet terbentuk.
Kabut menyingkir seiring kehadirannya, dan pusaran air yang meronta mendadak tenang seketika.
Sosok merman bertubuh kekar muncul dengan mata yang memancarkan cahaya putih menyilaukan. Jemari dengan kuku panjang dan runcingnya menggenggam trisula yang menjulang melebihi tubuhnya. Kilatan petir merayap di sepanjang gagang senjata itu, meletup-letup pelan di antara ujung-ujungnya yang tajam.
Begitu cahaya itu memudar, wujudnya tampak jelas; bentuk tubuh sempurna, rambut putih panjang yang beterbangan, serta sebuah mahkota besar melingkar di kepalanya.
Thalassa tersentak.
Alih-alih melepaskan, genggaman Victor di lengan Thalassa justru menguat.
"Sudah cukup, Victor!" Suara berat itu menggelegar.
Dari balik sosok agung itu, seorang merman berekor biru gelap muncul. Ia mendekat ke arah Victor dan sedikit membungkuk. "Baginda Raja meminta Anda pulang, Pangeran."
Victor berdecih. Rahangnya mengeras—menyadari bahwa setiap pelariannya selalu berakhir sama.
Ucapan merman berekor biru gelap itu tentu saja membuat Thalassa membuka lebar mulutnya. "Pangeran? Kau seorang Pangeran?" bisik Thalassa dari balik bahu Victor. "Mengapa kau tak memberi tahuku?"
Victor membalikkan tubuhnya dengan gerakan cepat, menatap netra hitam Thalassa yang menuntut jawab darinya. "Untuk apa aku memberi tahumu?"
Seketika, kecemasan mengepung Thalassa. Ia merasa tidak tahu diri. Selama ini, segala sikap dan cara ia berbicara pada Victor terasa seperti kesalahan besar yang sungguh memalukan.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu," lirih Thalassa. Ia menarik lengannya, melepas genggaman Victor, lalu mundur dan menunduk dalam—sebagai tanda permintaan maaf dan tanda hormat.
"Jangan berlebihan, Thalassa," tukas Victor. Nada suaranya terdengar sedikit kaku. "Aku tidak pernah memintamu melakukan itu."
"Baginda sudah menunggu, Pangeran," sela merman berekor biru itu dengan nada mendesak.
"Tunggu sebentar, Oliver!" Victor mendesis. Ia menoleh kembali pada Thalassa. "Aku akan pulang sebentar. Jaga dirimu."
Tanpa menunggu jawaban, Victor melesat jauh, mendekati ayahnya yang sejak tadi diam dengan ekspresi datar.
"Akan kupastikan setelah ini kau tidak akan menemukan jalan keluar dari kerajaan," ucap Sang Raja. Suaranya sama sekali tak menunjukkan kehangatan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasiDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
