Selamat membaca
.
.
.
.
⬇️⬇️⬇️
Play music in multimedia
Into you - Ariana Grande
•
Caroline memutar benda persegi panjang berwarna rosegold, dengan lihai tangannya mengeluarkan stik panjang yang di dalamnya berisi liquid berwarna burnt red. Ia mengarahkannya secara hati-hati—mendekat, hingga stik itu bertemu dengan bibir milik Thalassa yang sedikit terbuka.
Thalassa hanya diam, mengikuti arahan Caroline. Ia duduk di depan meja rias milik Caroline pagi itu. Dari cermin berukuran sedang, dengan angle kanannya—Thalassa terlihat begitu menawan. Gaya rambut half twirl-nya pun menambah kesan kefemininannya.
"Sekarang rapatkan kedua bibirmu," suruh Caroline, usai memoles bibir Thalassa dengan lipstik.
Thalassa mengikuti intruksi itu; ia pun merapatkan kedua bibirnya, membuat bibirnya kini penuh dengan warna burnt red—warna merah tembaga itu mempertegas garis bibirnya, memperlihatkan sisi sensualnya.
"Kau yakin tidak apa-apa menggunakan ini?" Thalassa kembali memastikan. Pasalnya, ini pertama kalinya wanita itu mengenakan lipstik di bibirnya, apalagi dengan warna yang terlalu berani seperti itu.
"Memang siapa yang akan mengomentarimu? Tuanmu? Aku berani bertaruh, Tuanmu justru akan berterima kasih padaku karena telah membuatmu terlihat secantik ini," jelas Caroline. "Baiklah, sudah selesai. Lihat dirimu!"
Akhirnya Thalassa menilik wajahnya lewat cermin yang berada di depannya. Warna bibirnya sangat kontras dengan warna kulit yang dimiliki Thalassa. Sepertinya Caroline benar, dengan lipstik Thalassa terlihat satu tingkat lebih cantik pagi itu.
°°°
Di selasar kamar para maid, Thalassa dan Caroline berjalan beriringan menuju ruang utama. Sekarang adalah waktu para majikan mereka untuk sarapan pagi. Hingga kedua maid itu berpisah, Caroline yang berjalan menuju kamar Arnest, sedangkan Thalassa yang berbelok menuju lorong yang terhubung dengan kamar tuannya—Arnav.
Namun, belum sampai langkah Thalassa menuju kamar sang tuan, dirinya dikejutkan oleh Arnav yang sudah berjalan mendekat ke arahnya.
"Maaf, Tuan. Apakah aku terlambat membangunkan Anda?" ujar Thalassa. Apa ia terlalu lama menghabiskan waktu di kamar Caroline sehingga Arnav sudah bangun, bahkan sudah mandi.
"Sudah kukatakan, tidak perlu terlalu formal saat kita hanya sedang berdua." Arnav menarik tangan Thalassa agar mendekat padanya.
Tuan muda itu menyelipkan tangan ke pinggang belakang Thalassa, memutar tubuh wanita itu, lalu mendorongnya pada dinding terdekat, sehingga punggung Thalassa kini bersandar di sana, sementara Arnav berada di depannya. Mata Arnav menelusuri seluruh wajah Thalassa, lalu tatapannya terkunci pada satu hal yang menyita perhatiannya.
"Siapa yang memberikanmu ini?" tanya Arnav, dengan tangan yang bergerak menyentuh bibir wanita itu.
Dugaan Thalassa benar, pasti Arnavlah orang pertama yang akan mengomentari lipstiknya. Thalassa menunduk, ia berpikir apakah Arnav tidak suka jika dirinya memakai lipstik? Apa Arnav akan melarangnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
The Blue Shine
FantasiDARK FANTASY-ROMANCE-URBAN-MATURE 🔞 Laut Athes dan laut Auriga, dua laut yang berdekatan dengan dua warna berbeda. Suatu malam kecelakaan kapal besar terjadi, membuat dua laut itu dipenuhi kepingan bangkai kapal dan beberapa korban tak selamat. Ke...
