Bab 11

9.9K 962 21
                                        

Pov Ran.

"Hah... Ramai sekali... "

Kini aku tengah berada di pinggir lapangan sambil berdesakan.

"Ugh... Aku hanya ingin melihat nilai ku saja... "

Serius deh, kalian ini zombie ya?! Kenapa harus berdesakan sih?! Aku bahkan tidak bisa melihat celah untuk menyelinap ke depan. Sungguh.

Siang ini, nilai ujian mahasiswa tahun pertama sudah keluar dan di tempelkan di tengah tengah lapangan.

Tapi bukan hanya mahasiswa tahun pertama saja yang melihat, namun senior dari kelas lain juga ikut melihat dan tidak memberikan tempat untuk mahasiswa tahun pertama yang belum melihat nilainya.

"Hah... Sebaiknya aku melihat nilai ku sore hari saja," ucap ku pasrah karena sama sekali tidak kebagian tempat.

Aku melangkahkan kaki ku untuk berkeliling di sekitar lapangan Akademi.

Selang beberapa jam aku berkeliling di sekitar lapangan Akademi aku merasa lelah dan berakhir duduk di bangku pangan taman tidak jauh dari lapangan.

Aku mengusap keringat yang jatuh dari kening ku dengan punggung tangan kanan ku, sedangkan tangan kiri ku dipakai untuk menarik-narik kerah baju ku.

"Gila... Aku hanya berkeliling di sekitar lapangan Akademi saja, namun aku... sudah sangat lelah."

Aku mendiamkan diri ku di bangku taman untuk beristirahat sebentar.

Sungguh, rasanya seperti aku sedang menaiki gunung yang berada di belakang hutan rumah kakek.

Aku memang pernah memanjatnya sekali, namun tidak sampai puncak. Kira-kira hanya 5% bagian gunung saja yang baru berhasil ku naikin. Bisa di bilang, seperti aku latihan fisik ku di hutan rumah kakek.

Aku menghela nafas ku sebentar dan mulai menyenderkan tubuh ku di bangku panjang yang ku duduki. Menghadapkan kepala ku ke atas dan menutup mata ku dengan punggung tangan kiri ku.

Tak lama, suara seseorang menyapa gendang telinga ku. "Ternyata anda berada disini ya, junior Ran."

Aku pun membuka mata ku dan menatap ke arah suara orang yang memanggil nama ku.

"Ah... Senior Xue Yan, apakah anda mencari saya?"

"Itu benar. Saya mencari-cari anda di penjuru Akademi, ternyata anda berada di taman belakang lapangan."

"Haha... Maafkan saya. Kenapa anda mencari saya?"

"Ujian pembagian asrama akan di mulai, saya disuruh untuk mencari siswa yang belum berkumpul dan akhirnya saya menemukan anda."

"... Oh benar!! Aku hampir lupa dengan ujian pembagian asrama. Terimakasih karena telah menemukan dan memberitahu saya, Senior."

"Tidak apa-apa, mari menuju lokasi."

Aku menjawab dengan anggukan kepala dan mengikuti Xue Yan menuju tempat dimana ujian pembagian asrama dimulai.

Hampir saja aku lupa dengan ujian nya. Jika aku lupa, mungkin aku tidak akan kebagian asrama.

Tapi aku belum melihat nilai ujian ku, sialan!!


.
.
.



Sesampainya di tempat tujuan, aku kini berada di antar kerumunan orang-orang. Sudah ada satu profesor yang akan mengawasi ujian yaitu, Profesor Agatha.

"Tidak usah basa basi, aku akan langsung ke intinya. Kalian hanya perlu membunuh satu monster, akan ada kertas berisi nomor yang jatuh dari monster yang kalian bunuh dan itulah nomor asrama kalian, jadi bersiaplah," ucap profesor Agatha datar.

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang