"Yah untungnya, semua berakhir dengan baik," ucap Dekan Oswal lega.
Para profesor dan yang lain menganggukkan kepala mereka setuju.
"Kalau begitu... Aku sudah bisa bebas dari hukuman... Bukan?" tanya ku pelan.
Orang-orang yang berada di ruangan mendengar ucapan ku saling menatap satu sama lain. Aku yang melihat aksi mereka hanya bisa pasrah dan berdoa agar hukuman yang mereka berikan mudah, walau itu mustahil.
Orang-orang tersebut antara lain adalah, Mika, A-Ling, A-Yan, Lucian, Ziel, Sael, Xelo, Reziv dan Vance.
Orang-orang mulai menganggukkan kepala mereka, dan akhirnya Dekan Oswal berdehem untuk mengambil alih perhatian orang-orang yang berada di dalam ruangan.
"Baiklah, kami semua sepakat untuk memberikan hukuman kepada mu berupa... Menyamar menjadi seorang gadis bangsawan selama pesta penerimaan mahasiswa tahun baru di laksanakan."
"... APA?!!"
.
.
.
"Tidak, aku tidak akan mau!!" ucap ku dengan menghentak-hentakkan kaki ku di setiap langkahnya.
Aku tidak memperdulikan tatapan dan bisikan orang-orang yang melihat aksi ku. Yang pasti, aku tidak akan dan tidak akan pernah mau melakukan yang mereka ucapkan!!
Aku tidak akan mau, apapun cara yang mereka gunakan untuk membuat ku luluh, aku tidak akan luluh, sekalipun Vance yang memelas bak anak anjing yang di telantarkan!! Umm... Tapi boleh juga melihat anak itu memelas seperti anak anjing, pasti lu- tidak tidak, jauhkan pikiran menyesatkan mu itu Ran!!
"Ran..." suara seseorang membuyarkan lamunan ku. Aku menghadap ke arah asal suara tersebut dan mendapati seorang pria paruh baya dengan kertas menumpuk yang ia pegang.
"Oh!! Pak Mir, apa yang anda bawa?" ucap ku ramah.
Pak Mir mengulas senyum kecil, "Ini, lembaran hasil ujian sihir calon mahasiswa baru."
"Apa banyak yang berhasil kali ini?"
"Benar, hampir semua yang mendaftar berhasil lolos."
Aku terkejut mendengar ucapan pak Mir. Hampir semua? 40rb orang lulus di tahun yang sama?! Gila. Benar-benar gila.
"Bukankah kau yang mengawasi ujian latih sihir dan pedang? Sepertinya sebentar lagi akan di mulai. Aku akan mengantarkan lembaran ini, apa kau tahu dimana dekan berada?" tanya pak Mir, selaku pengawas ujian.
"Ah, dekan berada di ruangan nya, kalau begitu aku akan kembali ke tempat ku, sampai jumpa pak Mir."
"Ya, tolong awasi dengan baik."
"Tentu!!"
Setelah melihat pak Mir mulai berjalan menuju dalam Akademi, aku melangkahkan kaki ku ke tempat arena ujian latih sihir dan pedang berada.
Setelah sampai di depan pintu masuk arena, aku bisa mendengar suara sorakan orang-orang yang sudah menunggu di tempat duduk masing-masing.
Aku berjalan menuju tempat pengawas ujian berada. Aku mengambil sebuah alat kecil yang berbentuk kotak dan berbicara di depan nya.
"Apa para peserta mahasiswa baru sudah siap untuk melanjutkan ujian berikutnya? Kalau begitu, kita langsung mulai saja ujian latih sihir dan pedang Akademi Nethearl!!" ucap ku dengan semangat.
Para penonton mulai bersorak dengan semangat.
"Tunjukkan semangat kalian, anak baru!!"
"Kami menunggu pertarungan yang menegangkan!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasiSeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
