Special : Valentine Day!

4.1K 286 60
                                        

Sebuah kericuhan kecil terjadi di dapur kecil.

"Jangan masukkan gula terlalu banyak, Vance!"

"Mama! Ini rasanya manis sekali!"

"Mama, Ruby menghabiskan coklatnya."

"Ruby, jangan di habiskan!"

Teriakan demi teriakan terjadu di dalam dapur tersebut. Seorang pemuda kecil dengan 3 printilannya sedang cekcok dengan masalah mereka.

Kakek Wein yang melihat keempatnya berdebat menghela nafas kasar dan menegur ke-empatnya.

"Berhenti berdebat atau kalian akan menghancurkan rumah ku."

Ran, Vance, Ruby dan Octa menoleh ke asal suara secara bersamaan.

Terlihat wajah Ruby yang dipenuhi coklat di mana-mana, Vance yang sedang menggenggam setoples gula halus, Octa yang sedang memegangi bungkus sisa coklat dan Ran yang sedang memegang kain untuk membersihkan wajah Ruby.

"Kakek! Mereka mengacaukan semuanya!" adu Ran dengan kesal.

Vance, Ruby dan Octa hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.

Kakek Wein hanya menggeleng pelan. "Vance, Ruby dan Octa, berhentilah mengganggu mama kalian dan bermainlah diluar bersama kakek."

Ketiganya saling menatap satu sama lain secara berganti. Kemudian terkekeh kecil, ketiganya langsung berlari bersama meninggalkan dapur yang sudah seperti kapal pecah. Kakek Wein menyusul ketiganya dengan hati-hati.

Ran menepuk jidatnya saat melihat dapur yang ia tempati sudah hancur berantakan. Sampah bungkusan dimana-mana, gula halus yang berserakan dan tentunya lelehan coklat yang memenuhi meja.

Ran hanya dapat membersihkan dapur tersebut dengan sesekali membatin.

.
.
.


"Ini adalah adonan terakhir!" ucap Ran bangga dengan hasil masakannya yang telah di susun dan di dekor dengan cantik.

Dua kotak coklat yang cantik dan beberapa bungkus berisikan coklat dan kue kering telah berjajar rapih di meja makan.

Ran tersenyum dengan senang. "Akan ku pastikan semuanya menyukai coklat buatan ku!"

Setelah berucap demikian, Ran memasuki coklat-coklat yang telah ia susun ke dalam tas penyimpanan miliknya untuk di bagikan kepada teman-temannya yang lain.




.
.
.





Sebuah portal teleport bercorak bintang-bintang kecil muncul di dalam sebuah kamar mewah milik seseorang.

Ran dan ketiga perintilannya keluar dari balik portal teleport tersebut dengan santai.

"SELAMAT SIANG!!" ucap Ruby dengan antusias.

"Uhuk uhuk!!" Seorang pemuda berambut pink tersedak teh yang sedang ia minum.

Dia menoleh ke arah belakang, tepat di pintu masuk kamarnya. Ada 4 orang lainnya yang tidak asing dengan senyum manis khas mereka.

"Kalian...! Kalian mengagetkanku! Untung jantungku tak berhenti berdetak tadi!" ucap Mika dengan kesal.

Ran dan anak-anak nya hanya dapat terkekeh kecil mendengar penuturan Mika.

Mika berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Ran dan ketiga anaknya. "Apa yang kamu lakukan dengan berkunjung secara tidak sopan seperti ini? Kemari, duduk disini. Aku akan meminta pelayan membawakan teh yang baru untuk mu."

Ran menggeleng kecil. "Tidak perlu."

Ran menghentikan ucapannya, dia mengambil sesuatu dari dalam tas penyimpanannya. Sebungkus coklat kecil dia serahkan kepada temannya. "Ambil ini. Aku membuatnya."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang