Akhirnya setelah petualangan yang melelahkan dan menyiksa itu selesai, aku kini bisa kembali dan berendam di dalam asrama akademi dengan tenang.
Karena petualangan itu, kini level ku naik menjadi satu tingkat lebih tinggi dari sebelum nya. Dan kartu sihir yang ku miliki bertambah satu lagi. Total kartu sihir yang ku miliki sekarang ada 12.
Seharusnya kartu sihir yang ku miliki adalah 15. Tapi entah kenapa 3 kartu lain nya tidak terbuka bahkan setelah aku mengikuti syarat mendapatkan nya! Ku rasa ini semacam scam yang berada di dalam game! Tidak- Ini jelas jelas adalah scam! Aku tidak mengerti apa yang sudah ku lewatkan sebelum nya...
Melirik ke arah jari-jari tangan kanan ku yang terpasang cincin [the Ring]. Aku sudah memiliki 5 cincin [the Ring], seharusnya itu sudah cukup untuk membuka kartu tarot [Page of Rings] dan [Queen of Rings]. Dan lagi, kartu [The World] harusnya juga sudah ku dapatkan!
Aku rela mendaki bukit di cuaca yang sangat panas, menyusuri laut yang menyeramkan dan bertemu- tidak, bahkan bertarung dengan monster laut dan bahkan menginap di dalam hutan selama sebulan penuh. Dan yang ku dapatkan? Anak ayam baru lain nya...
Aku benar-benar tidak tahu lagi dengan takdir ku ini...
Hah...
Sudahlah, lebih baik aku menyudahi acara berendam ku dan tidur dengan nyenyak.
.
.
.
Pov Author.
Keesokan hari nya.
Ran kini sudah siap dengan seragam akademi nya. Dia bercermin sebentar dan bergumam pelan, "Huft... 2 bulan. Beri aku waktu 2 bulan lagi dan aku akan lulus dari akademi saat kenaikan tahun ketiga! Aku pasti bisa. Ya, harus!"
Suara cempreng seseorang bergema di dalam asrama tempat Ran berada. "Hei! Cepatlah!"
"Ya, aku segera datang!"
Ran buru-buru merapihkan kerah seragam nya dan berjalan ke arah pintu masuk asrama nya.
Terlihat seorang pemuda berambut pink sedang menunggu nya dengan muka yang tertekuk.
Setelah Ran sampai di hadapan pemuda tersebut, ia langsung terkena semburan manis dari pemuda tersebut. "Kau ini siput ya?! Lama sekali hanya untuk bersiap-siap!! Kau tahu ini sudah jam berapa?! Kelas kita akan dimulai lima menit lagi dan jarak antara asrama dan gedung utama itu jauh tahu!! Kau seharusnya bersiap lebih cepat!!"
Ran hanya bisa tersenyum tipis sembari menutup mata nya rapat-rapat dan kedua tangan yang menutup kedua gendang telinga nya.
"Maafkan aku, tidak lagi."
Hanya itu yang terucap dari mulut Ran dan membuat amarah pemuda berambut pink semakin menjadi-jadi.
"Kau-?! Setiap hari kau selalu berucap seperti itu! Tapi apa? Kau lagi dan lagi terlambat dalam bersiap!! Kau bisa saja di hukum karena keterlambatan mu itu! Tidak-! Lebih buruk lagi kau bisa saja di keluarkan karena kau yang super lambat itu!!"
"Baiklah, tenang Mika. Tarik nafas mu perlahan dan sebaiknya tidak menghembuskan nya lagi..." Ucap Ran dengan santai, di akhir kalimat ia mengecilkan suara nya.
Wajah Mika sekarang menjadi sepenuh nya berwarna merah, bak sebuah bom yang siap meledak kapan saja. "Kau-!!" Panggil nya dengan tak terima.
Ran hanya mengangkat kedua bahu nya acuh. Ia memilih untuk pergi terlebih dahulu dan meninggalkan pria berambut pink yang siap meledak saat itu juga.
Mau tidak mau, Mika mengikuti langkah kaki Ran dan mereka berdua berjalan bersama menuju gedung utama akademi.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasySeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
