Dua kata yang kami menggambarkan keadaan kami sekarang adalah panas dan lelah. Benar-benar sangat panas dan juga melelahkan!
"Ughh... Panas..." keluh Ruby dengan suara parau nya.
"Apa... masih jauh?" tanya Octa dengan wajah menahan lelah.
"Bertahan lah..." jawab ku dengan lemas.
Aku juga merasa sangat lelah dan panas, tapi perjalanan masih cukup jauh dari tempat tujuan...
Ini benar-benar sangat menyiksa! Mendaki bukit di tempat yang cukup panas adalah pilihan yang bodoh!
"Aku tidak kuat..." keluh Ruby kesekian kali nya.
Aku juga tidak kuat... Terasa seperti di panggang dalam oven.
"Ingin beristirahat sejenak?" tanya ku pelan. Ini alasan aku tidak ingin membawa Vance ikut bersama ku. Perjalanan ini sangat melelahkan dan berbahaya... Dan sekarang aku memiliki dua perintilan lain nya yang harus ku jaga...
Octa menjawab, "Jika beristirahat... Semakin terasa panas."
"Ingin minum, Ruby?" tanya ku sembari melirik ke arah Ruby. Kasihan juga harus berjalan kaki di bukit yang sudah seperti gurun dengan kaki mungil nya itu.
"Tidak..."
Kami akhirnya melanjutkan perjalanan dengan sesekali mengeluarkan keluhan kami yang terpendam.
.
.
.
Setelah sangat lama berjalan mendaki beberapa bukit, kini kami bertiga sampai di tempat tujuan, yaitu gerbang masuk kota Valcon.
Aku, Ruby dan Octa berjalan melewati gerbang kota yang tidak memiliki penjaga sama sekali dengan santai.
Di kota ini hanya ada beberapa orang saja yang terlihat. Dan juga hawa di sini lebih panas dari sebelum nya.
Ruby dan Octa berjalan dengan sangat lambat. Menandakan bahwa kedua nya merasa sangat kelelahan dengan perjalanan mereka.
Aku yang melihat kedua nya lemas membuat ku merasa bersalah. Andai saja aku tidak membawa mereka...
Octa berucap dengan tiba-tiba, "Di sana ada tempat berteduh..."
Aku melirik ke arah tempat yang Octa maksud,
"Ayo istirahat sejenak," ajak ku kepada anak-anak.
.
.
.
"Seperti nya di sana sarang burung Phoenix itu, ya..." gumam ku pelan.
Sebelum nya aku sempat bertanya-tanya kepada warga sekitar di mana tempat sarang burung Phoenix berada. Dan untung nya mereka memberitahu ku keberadaan sarang burung tersebut. Tepat nya ada di atas bukit belakang kota Valcon.
Dan itu tak jauh dari kota itu sendiri! Beruntung nya tidak berjalan terlalu jauh lagi...
Dan sekarang kami bertiga sudah berada tepat di bawah bukit tersebut. Aku bisa melihat makhluk suci itu dari bawah sini.
Ternyata bukit itu tak terlalu tinggi. Yah, itu menguntungkan sih. Aku jadi tidak perlu berupaya mendaki terlalu jauh di saat cuaca nya panas. Atau itu mungkin akan membuat ku kembali mati- ekhem maksud kembali di ambang kehidupan...
Kalau begitu, mari kita mencari harta karun!!
Ketika aku mengambil langkah pertama ku untuk mendaki bukit yang berada di hadapan ku, kedua anak ayam- anak kecil yang berada di belakang ku ikut melangkah kan kaki mungil mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasíaSeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
