Bab 9

9.6K 982 14
                                        

"PERTANDINGAN SELANJUTNYA, ELORA SOULFLOW MELAWAN AETHRA LOTUS!!"

Orang yang dipanggil memasuki Arena.

"Senior Aethra, mohon bimbingan anda," ucap ramah Elora.

"Haha, tentu saja junior Elora, saya tidak akan membiarkan anda menang," jawab Aethra ramah.

"Tentu, Senior. Saya akan mengerahkan kekuatan saya untuk menang melawan anda," ucap Elora penuh semangat.

"Baiklah, pertandingan akan dimulai dalam hitungan 1.... 2... 3!!"

Keduanya mulai mengangkat tangan mereka dan merapalkan mantra.

"Fire Ball," Aethra mengarahkan serangannya menuju arah Elora.

"Water Ball," Elora juga mengarahkan serangannya menuju Aethra.

Kedua bola api dan air tersebut saling bertabrakan dan meledak bersamaan karena tabrakan tersebut.

Elora dan Aethra tak menyia-nyiakan ledakan tersebut mulai melancarkan sihir nya lagi.

"Water Slash!!"

"Fire Arrow!!"

Kedua sihir tersebut saling bertabrakan lagi, dan lagi lagi ledakan kembali terjadi akibat tabrakan antara kedua sihir tersebut.

Tak menunggu lama, Aethra meluncurkan sihir kembali, kali ini dengan sihir yang lebih kuat. "Fire Strom."

Elora yang melihat sihir serangan Aethra merapalkan sihir pertahanannya. "Wall of Water."

Bam!!

Lagi dan lagi, sebuah ledakan terdengar di tengah Arena.

'Ugh... Aku tidak mungkin menang melawan senior Aethra, tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja,' batin Elora percaya diri.

"Ombak Air," ucap Aethra.

Sebuah ombak air dengan skala besar mengarah ke tempat Elora berlindung. Elora yang melihat ombak air tersebut kembali mengeluarkan sihir pertahanannya, "Wall of Water."

Sebuah tembok air menghadang ombak air tersebut. Namun, ombak air tersebut dengan mudahnya menghancurkan tembok air dengan sekali hempasan.

Elora hampir terkena ombak air tersebut jika saja tidak ada sebuah barrier yang melindunginya.

"Pemenangnya adalah Aethra Lotus," ucap sang pengawas dengan tegas.

"Woahh!! Mahasiswa Akademi ke 2 sangat hebat!!"

"Nona Elora, anda juga hebat!!"

"Nona Aethra, anda sangat kuat!!"

Aethra melangkah menghampiri Elora yang terduduk lemas di tengah Arena. "Kamu tak apa? Maaf ya aku tidak bisa membiarkanmu menang dengan mudah," tanyanya kepada Elora.

"Ahh... tidak apa senior, ini tugas anda bukan? Terimakasih atas duel yang hebat tadi," balas Elora dengan senyum manisnya.

"Mari turun bersama," ucap Aethra mengulurkan tangannya sambil tersenyum mengajak Elora untuk turun dari Arena.

Elora menerima ajakan Aethra dengan senang hati, "Baik, sekali lagi terimakasih senior."

"SELANJUTNYA, RAN SNOW MELAWAN XUE YAN!!"

Ran mengkah menuju Arena dengan gugup.

Mahasiswa Akademi tahun ke 2 yang ikut menonton mulai menunjukkan tatapan kasihan kepada Ran.

"Malangnya anak itu, dia harus melawan moster."

"Benar, ku harap dia lebih baik menyerah saja."

"Kasihan nya... "

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang