"Mama! Tangkap Amoste jika mama bisa! Haha!" teriak seorang anak kecil dengan surai dwi warna sembari melambaikan tangannya yang cukup jauh dari tempat.
Seorang pria kecil bersurai putih halus panjangnya terkekeh pelan dan menyahuti teriakan anak tersebut. "Haha baiklah, siap atau tidak, mama akan menangkap mu!"
Pria kecil tersebut berlari mengejar seorang anak yang asik berlarian untuk menghindari pria kecil tersebut.
Suasana bahagia dapat di rasakan di tempat yang di sinari oleh bintang-bintang kecil di langit.
"Jangan berlarian, mama. Kamu akan lelah nanti," ucap seorang anak kecil lainnya dengan surai berwarna hitam legam.
"Mama! Ajak aku bermain juga!" sahut anak kecil lainnya dengan surai berwarna perak sembari ikut berlari ke arah sosok pria kecil tersebut.
"Adik kecil yang penuh energi..." gumam anak kecil lainnya dengan surai merah bercampur 5 warna.
Di tempat terbuka yang di sinari langsung oleh bintang-bintang, terdapat 7 orang anak kecil dengan 1 pria dewasa namun berbadan kecil, yang diantaranya bersenang-senang dan yang lainnya hanya melihat sembari tersenyum.
"Mama terlihat bahagia..." ucap anak lainnya dengan surai coklat bercampur hijau muda dengan suara pelan.
Yang lain mengangguk setuju dengan ucapan anak tersebut. "Aku harap, kebahagiaan ini terjaga selamanya..." ucap anak yang bersurai putih halus bak salju.
Anak kecil lainnya tersenyum lembut. "Kita akan menjaga kebahagiaan ini. Bersama," jawab anak dengan surai berwarna hitam sedikit kehijauan.
.
Ran yang dari tadi melihat ke delapan orang tersebut hanya dapat menampilkan raut kebingungan.
Apa yang terjadi? Kenapa dia ada disini? Apa ini mimpi? Begitulah kira-kira isi pikirannya saat ini.
Ketika dia ingin bertanya kepada salah satu dari anak kecil tersebut, tidak ada jawaban dari kelimanya. Bahkan ketika dia ingin menyentuh salah satu dari anak tersebut secara langsung menjadi transparan. Hal aneh tersebut membuat Ran semakin kebingungan.
Dia akhirnya memilih untuk tetap diam dan menyimak apa yang terjadi saat ini.
Setelah asik bermain, ketiga orang yang sebelumnya berlarian kini mulai kembali ke tempat yang dekat dengan kelima orang lainnya.
"Hihi... Tadi menyenangkan!" seru gadis kecil bersurai perak dan di balas dengan anggukan antusias anak yang bernama Amoste.
"Kak Raksharva benar! Mama tidak bisa menangkap kita sama sekali, xixi."
Pria kecil bersurai panjang tersebut dengan wajah menekuk membalas tak terima. "Mama tidak menangkap kalian hanya karena mama mengalah, tuh. Hm!"
Ketujuh anak kecil disana tertawa cekikikan karena bantahan sang mama.
"Mama lucu..." ucap anak kecil bersurai coklat kehijauan.
Pria kecil tersebut mengusap surai anak tersebut dengan lembut. "Cares lebih lucu!" Cares yang di perlakukan dengan lembut menjawabnya dengan kekehan senang dan wajahnya yang memerah.
Amoste melihat ke arah Cares dengan tatapan iri. Dia menghadap ke arah pria kecil tersebut dengan mata berbinar. "Aku juga mau! Tolong elus kepala ku juga, mama!"
Pria kecil tersebut menanggapi permintaannya. Dia mulai mengelus surai dwi warna anak tersebut dengan lembut.
Saudaranya yang lain hanya bisa menatap kedua saudaranya yang sedang di manja dengan kesal dan cemburu. Mereka juga ingin di manja tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasíaSeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
