Bab 30

7.3K 730 27
                                        

... Sepertinya terjadi kesalahpahaman diantara kami.

"Aa-ahh! Ini- ini semua kesalahpahaman!! Saya-"

Tangg!!

"Ughh! Maaf para nona sekalian, tapi bisakah salah satu dari para nona membantu saya...? Saya tidak bisa menangani iblis ini sendirian..." ucap seorang pemuda dengan lirih. Di kedua tangan pemuda tersebut ada sebuah besi berbentuk persegi panjang yang tebal.

Pemuda itu tampak sedikit kewalahan untuk menahan serangan tiba-tiba dari seekor iblis yang menyerang nya.

"Ta-tapi aku bukan! Ck, sudahlah," ucap ku dengan kesal. Aku kemudian mengangkat pedang milik ku lalu menebas iblis itu dengan cepat.

Pemuda tersebut terkejut dengan serangan ku yang langsung membuat iblis tersebut mati di hadapan nya. Lalu menatap ke arah ku dengan wajah kagum nya.

"Nona, anda sangat hebat!! Bagaimana cara anda menghabisi iblis itu dengan sekali tebasan?!" ucap nya dengan semangat.

Aku menghela nafas ku kasar. Lagi dan lagi sebuah kesalahpahaman sialan!!

"Ulurkan tangan mu," ucap ku sembari mengulurkan tangan ku ke arah pemuda tersebut.

"Ehh?" pemuda tersebut sedikit tersentak. Sepertinya pemuda tersebut memikirkan kenapa aku menyuruhnya untuk mengulurkan tangan nya.

"Kau terluka."

"Ohh? Ahh!! Baik."

Pemuda tersebut segera mengulurkan tangan nya. Elora masih melihat ke arah kami dengan wajah penasaran nya.

"[The Magician] On," sebuah kartu sihir tarot muncul di depan ku. Lalu kemudian menghilang digantikan dengan cahaya yang menyelimuti tubuh ku. Membuat kedua orang yang melihat ke arah ku terkejut. Ada yang kagum dan ada yang bertanya-tanya.

"Healing Light."

Sebuah cahaya kuning terang menyelimuti tubuh pemuda tersebut. Terlihat luka di tubuh pemuda itu perlahan mulai menghilang. Dan karena aksi ku itu lagi lagi membuat pemuda tersebut tampak kagum.

"Nona, anda... Ahh, maksud saya, anda...?" tanya Elora pelan. Ia tahu siapa pemilik sihir tersebut di Akademi.

"Sudah saya bilang, ini kesalahpahaman!" jawab ku sedikit kesal.

"Tapi anda terlihat sangat cantik! Seperti gadis bangsawan pada umum nya..."

Pemuda tersebut merasa bingung dengan apa yang kedua nona di depan nya bicarakan.

"Nona nona dan tuan sekalian. Sepertinya kalian berbincang dengan baik ya," ucap seorang wanita dengan wajah datar nya.

Kami bertiga dengan reflek menoleh ke arah wanita tersebut. "Profesor, berhenti mengejek ku!" ucap ku.

"Kenapa nona manis ini kesal di panggil nona? Daripada anda sekalian berbincang layaknya pesta minum teh bangsawan, sebaiknya cepat sembuhkan yang lain," ucap profesor Mona dengan senyum mengejek nya.

"Ck, anda bisa menangani nya sendiri," ucap ku malas.

"Benar kata nona, profesor bisa menangani nya sendiri bukan?" jawab Elora dengan senyum hangat nya.

"Berhenti memanggil ku nona!" bantah ku kesal. Hukuman sialan!!

"Elora... Kenapa anda mengkhianati saya dan malah berkubu dengan si pembuat onar ini?" tanya profesor Mona dengan wajah memelas nya.

"Wajah mu aneh, profesor," ucap ku dan Elora secara bersamaan.

"Ck, sial-"

"Semua nya, lindungi diri kalian masing-masing."

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang