Ziel mengangkat kedua tangan dan bahunya sembari menggeleng pelan, "Begitulah ceritanya."
Ran, Lyn dan Roven mengangguk kecil setelah mendengar cerita Ziel.
"Tapi bagaimana senior Ziel bisa ada di sini?" tanya Ran.
"Kurasa Duke Selatan memiliki hubungan dengan para iblis itu," ucap Roven berasumsi kuat.
"Apa dia ingin merebut tahta kaisar menggunakan bantuan iblis?" tanya Lyn penasaran.
"Jika benar, mungkin masih ada beberapa iblis lainnya. Jika hanya satu iblis saja, kaisar tentu saja bisa mmengalahkannya," jawab Ran.
Ziel menaruh tangannya di dagu dan bertanya. "Kira-kira, tingkat berapa iblis itu berada?"
Ran berucap dengan suara kecil. "Ini berbahaya. Iblis yang bisa mengambil alih tubuh manusia setidaknya berada di tingkat bangsawan."
"Aku rasa juga begitu. Iblis itu memiliki mana yang sangat padat dan besar," ucap Ziel menambahi asumsi.
"Iblis itu berada di tingkat Archduke," ucap Lyn memberitahu.
Ziel dan Ran terkejut. "Archduke?!"
Ziel mengangguk kecil. "Pantas saja kulitnya sangat keras, ternyata dia berada di tingkat tertinggi..."
Ran mengerutkan dahinya, "Yang benar saja..."
Roven membuka suaranya. "Bukan itu masalah terbesarnya."
Ran, Lyn dan Ziel saling melirik. "Lalu, dimana masalah utamanya?" tanya Ziel kebingungan.
Roven menjawab, "Ada di kata 'persembahan'."
Ziel dan Ran terdiam sejenak.
"Kamu benar! Kata 'persembahan' itu terdengar mencurigakan!" ucap Ziel antusias.
Lyn mengangguk antusias. "Roven, kamu memang sangat pintar dalam hal menyelidik!"
"... 'Persembahan', apa itu berkaitan dengan 'Miracle'?" tanya Ran.
Keempatnya terdiam secara bersamaan. Setelah Ran menanyakan pertanyaan tersebut, mereka masing-masing terlarut dalam pemikiran tersendiri.
Ran yang pertama menyadari bahwa pertanyaan terlalu berat memilih untuk membuka suara. "Eh? Tidak perlu di pikirkan... Aku hanya penasaran saj-?"
"Kamu benar," ucap Lyn dengan wajah yang serius. Keceriaan yang sebelumnya terpampang dengan jelas kini digantikan dengan wajah datar dan penuh keseriusan di dalamnya. Begitupun dengan Roven. Dia menjadi lebih datar dari sebelumnya.
Ziel yang merasa suasana di sekitarnya menjadi lebih sensitif memilih untuk tidak bermain-main.
"Sepertinya jiwa 'nya' berada di tempat ini. Tidak- dia benar-benar ada di tempat ini. Tapi... Bagaimana bisa? Seharusnya masih ada beberapa tahun lagi sampai dia membentuk kembali jiwanya!" ucap Lyn dengan sedikit panik.
Ran mengerutkan dahinya, "Beberapa tahun lagi? Apa maksud mu Lyn?"
"Saat aku sedang mengumpulkan sisa kekuatanku, aku selalu menghitung hari yang terlewat. Seharusnya Miracle akan bangkit dalam kurun waktu 5 tahun, tapi itu sudah berlalu selama 1 tahun sebelumnya. Proses pembentukan jiwa membutuhkan beribu tahun agar padatan jiwa terdahulu dapat bergabung. Tunggu, berapa waktu yang telah berlalu setelah dunia hancur?"
Ziel menjawab, "Di dalam buku sejarah tentang kehancuran dunia sebelumnya, 10.000 tahun terlewati pasca kehancuran dunia, tepatnya di tanggalan Kekaisaran Felix adalah 239 Felx, 34 Romi, 16 Myr. Jika ditaksirkan dengan tanggalan Kekaisaran Clathria, berarti 10.000 tahun setelah 239 Felx itu seharusnya jatuh di 565 Clar, 22 Try, 3 Rox."
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasySeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
