Bab 14

8.6K 825 15
                                        

Kini Ran, Mika dan ketiga pemuda tersebut tengah berada di tengah padang rumput yang di kelilingi banyak pedang yang tertancap di tanah. Lebih tepatnya di tengah aula pedang.

"Heh, apa kau siap untuk kalah?!" ucap pemuda berambut pirang dengan sinis sembari mengangkat pedangnya ke arah Ran.

"... "

Ran tidak memperdulikan ocehan pemuda pirang tersebut.

Sedangkan banyak orang-orang berada di kejauhan yang tengah melihat mereka sembari berbisik satu sama lain.

"Saking takutnya kau bahkan tidak bisa berkata-kata ya bocah?!" ucapan pemuda pirang tersebut mampu membuat orang-orang yang melihat mereka tertawa.

Ran yang di olok tetap diam dan tidak membalas ucapan pemuda pirang tersebut. 'Sialan, berisik sekali bocah satu ini'.

"Cih, kalau begitu kita mulai saja pertarungan nya sekarang. Jame kemari!! hitung mundur sekarang juga!"

Pemuda berambut abu-abu menyahut, "Baik, bos!! satu-"

Ran dan pemuda berambut pirang tersebut mulai mengambil kuda-kuda.

"Dua-"

Pemuda tersebut menatap Ran dengan sombong dan angkuh sedangkan Ran menatapnya dengan tajam.

"Tiga!!"

Ketika hitungan ketiga selesai diucapkan, pemuda berambut pirang tersebut langsung melesat ke arah Ran.

Trang!!

Suara benturan besi terdengar, Ran menahan pedang pemuda berambut pirang tersebut dengan pedangnya.

Pemuda tersebut menyerang Ran dengan beruntun dan Ran hanya menahan serangan tersebut.

"Heh? Apa kau seorang 'Guard'?" sinis pemuda berambut pirang tersebut.

Ran yang mendengar ejekan dari pemuda tersebut hanya menampilkan senyum sinis nya. "Tidak, saya seorang magician."

"Cih."

Pemuda tersebut kembali menyerang Ran dengan beruntun, namun kali ini ia menambahkan kekuatan di dalam tebasan nya.

"Haha, teruslah mengumpat di belakang pedang mu itu, tidak lama lagi pedang itu akan hancur!!"

Ran tak mengindahkan ucapan pemuda tersebut dan kembali menahan tebasan dengan pedang yang ia pakai.  'Jika aku terus menahan tebasan nya, pedang ini bisa saja hancur karena tidak kuat menahan lagi. Dan lagi aku tidak tahu cara berpedang. Aku harus memikirkan cara untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat'.

Ran terkena tebasan pemuda tersebut karena kehilangan fokusnya.

"Ugh... " Ran terpukul mundur karena tebasan tersebut.

"Kau lemah sekali," ejek pemuda tersebut.

Ran tak memperdulikan ejekan pemuda tersebut dan memegang pedangnya dengan kuat. 'Sialan, aku tidak terbiasa dengan pedang. Aku hanya bisa menggunakan dagger saja. Apa ada sihir kartu ku yang memiliki teknik pedang ya? Atau sesuatu yang berhubungan dengan pedang? Ohh?! Ku rasa aku bisa menggunakannya'.

Pemuda tersebut menatap Ran dengan wajah malas nya, "Ahh aku jadi tidak berminat dengan mu lagi... Aku akan langsung mengakhirinya, jadi bersiaplah untuk kehancuran mu!!"

"Teknik 'Explusion' keempat, 'Danger Pulsh'!!"

Sebuah tebasan besar berbentuk silang dengan aura ungu kehitaman mengarah ke tempat Ran berada.

Ran memejamkan mata nya, "[the Magician] on."

Cahaya menguap dari tubuh Ran, membuka mata nya dan berucap, "Shield of Light."

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang