Bab 53 (19+)

7.2K 468 24
                                        

Ekhem! Sebelumnya mohon dilihat judul bab nya dulu ya sebelum membaca. Lihat dengan baik-baik.

Dosa di tanggung masing-masing loh ya~


.
.
.





Sesampainya di dalam kuil miliknya, Xue Yan buru-buru mengunci kuil tempatnya berada dengan sebuah larangan kuno agar kaisar iblis tidak dapat memasuki tempatnya.

Memastikan bahwa dia memasang larangan dengan benar, akhirnya dia mendengus kasar. "Hah... Iblis itu tidak akan menganggu lagi."

Mata emasnya yang menyala menatap lapar pria kecil yang berada di sampingnya yang sedang menampilkan ekspresi kebingungan.

"Kenapa kam- Hummph!" sebelum Ran selesai berucap, Xue Yan lebih dulu memeluk pinggangnya dan melahap bibir merah muda milik Ran. Melumatnya dengan kasar.

Ran terkejut dengan aksi tiba-tiba dari pria di depannya, mencoba untuk lepas dari ciuman tersebut. Tapi Xue Yan tak membiarkan Ran beraksi, dia mendekat dan lebih mendekat, membuat Ran mau tidak mau harus mundur beberapa langkah.

Xue Yan terus menekannya sampai tak ada lagi langkah untuk mundur karena terhalang oleh meja tempat pembuatan patung dewa suci di dalam kuil tersebut. Dia tersudut dan tak bisa melakukan apapun. Membuat Xue Yan mendapatkan kesempatan untuk mencium lebih dalam.

Ran mau tak mau menggenggam dengan erat bahu lebar milik Xue Yan, mencoba mengimbangi permainan mulut pria itu. Lidah Xue Yan masuk dengan mudahnya dan mengacak-acak dan mengacau mulut Ran.

Ran tidak bisa mengimbangi lumatan tersebut, membuat air liurnya menetes di sela-sela bibirnya.

Hampir 2 menit ciuman itu berlangsung, Ran mulai kehabisan nafas, Xue Yan yang peka menghentikan ciuman panas tersebut. Sebuah benang tipis yang terbuat dari saliva keduanya terbentuk.

Ran membuka mulutnya lebar-lebar, menghirup udara dengan rakus. Matanya yang sayu menatap ke arah Xue Yan dengan berkaca-kaca. Membuat Xue Yan merasa terangsang dengan tatapan tersebut.

"Kamu terlihat seperti menggodaku..." ucap Xue Yan tepat di belakang telinga Ran. Membuat Ran merasa geli dan desahan kecil keluar dari mulutnya tanpa bisa terkendali.

Xue Yan terkekeh kecil, masih dengan menyudutkan pemuda kecil itu, dia menatap ke arahnya dengan tatapan lapar. Tangannya yang satu menahan pinggang pemuda kecil itu untuk tidak menyentuh meja, sedangkan tangan satunya lagi yang bebas terulur mencapai pipi pemuda kecil di bawahnya, berucap dengan suara berat, "Aku iri dengan Kaisar iblis sialan itu yang mendapatkan mu lebih awal... Aku iri- sangat sangat iri."

Membungkukkan badannya, Xue Yan mulai kembali memajukan wajahnya. Membuat Ran diam tak berkutik. Dia menahan nafasnya ketika wajah pria tampan bersurai putih itu hanya beberapa senti dari wajahnya. Bahkan ujung hidung keduanya saling bersentuhan.

Tangan besar Xue Yan yang sebelumnya mengelus pipi Ran, diam-diam menurun dan memasuki hanfu yang dipakai Ran. Mengelus dadanya dengan lembut, Ran merasa sengatan listrik yang membuat tubuhnya tak terkendali, bergetar pelan.

Xue Yan menyeringai, "Tubuhmu sangat sensitif... Sepertinya dia suka dengan perlakuan lembut... Kalau begitu, aku akan memuaskannya dengan penuh kelembutan."

Setelah berucap, Xue Yan kembali menyerangnya dengan ciuman lembut. Membuat Ran dapat lebih menyeimbangkan permainan mulut tersebut.

Diperlakukan lembut oleh pria tampan di atasnya ini, tubuh Ran kembali memanas seperti saat bersama Luo Lingyi yang memperlakukannya dengan lembut.

Tangan besar Xue Yan yang sebelumnya mengelus dada Ran kini mulai iseng menyentuh dan mencubit pelan putingnya. Membuat Ran sedikit membusungkan dadanya.

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang