"Kau terlihat sangat cantik, Ran!!" seru Mika dengan mata yang berbinar.
Ziel mengarahkan ibu jarinya ke arah ku dengan semangat, "Junior... Kau yang terbaik!!"
"Ohh dewa... Berikan aku satu yang seperti ini..." ucao Xelo menggenggam kedua tangan nya erat sembari menutup kedua mata nya.
"Bahkan gadis bangsawan lainnya akan merasa iri dengan mu, Ran!!" seru Sael dengan semangat.
Sedangkan aku yang menjadi objek yang di puji hanya bisa memasang wajah musam.
Memang sih, gaun yang ku pakai cukup indah. Dengan gaun se mata kaki berwarna biru tua bercampur hitam dengan sedikit renda di ujung gaun nya. gaun nya terbuka di bagian atas yang memperlihatkan bahu dan selangka yang mulus. Lalu kalung dan anting dengan batu permata berwarna sapphire yang simple namun elegan membuat tampilan ku semakin terlihat cantik. Sarung tangan berwarna hitam yang terpasang indah di tangan ku, dan sepatu heels berwarna biru tua bercampur hitam. Dan rambut se punggung berwarna biru tua yang terlihat berkilau.
Ini penampilan yang sempurna!! Namun, tetap saja aku tidak terlalu menyukai hal ini. Terlalu berat!!
Seberapa besar tekad yang ku punya di dalam hati ku, aku tidak akan bisa menolak wajah mungil bak anjing menggemaskan itu memelas!! Persetanan dengan tekad, itu benar-benar tidak bisa ku tolak!!
Sialan!! Murahan sekali hati ku ini!!
Kritt...
"Kalian sudah siap? Acara akan segera dimu-?!" ucapan Xue Yan terpotong.
Luo Lingyi, Lucian dan Reziv yang berada di belakang Xue Yan meras aneh dengan tingkah nya dan ikut melihat ke arah pandangan Xue Yan mengarah.
'Ohh?! Apa apaan dengan yang kulihat?!'
"Anda... Junior Ran?" tanya Lucian dengan ragu.
Mika menjawab dengan semangat, "Ya!! Itu benar!!"
Luo Lingyi melirik ke arah bahu ku yang terekspos, kemudian telinga nya memerah tanpa aba-aba. Ia dengan cepat menurunkan pandangan nya ke bawah. Surai halus pria tersebut menutupi telinga nya yang memerah.
Sedangkan Xue Yan menatap dengan pandangan penuh arti.
Aku yang secara tidak sengaja melihat ke arah mereka berdua bertanya tanya di dalam hati. Ada apa dengan mereka berdua?
"Ekhem... Acara akan dimulai sebentar lagi..." ucap Reziv membuat yang lain tersadar dan akhirnya mereka semua menuju ruang pesta dansa milik Akademi Nethearl.
.
.
.
Suara alunan musik klasik terdengar di seluruh ruangan dansa. Ramai orang orang yang saling bercengkrama satu sama lain. Menampilkan adegan romansa dan pertemanan yang baik.
Hal yang paling ku benci adalah keramaian!! Rasanya aku ingin muntah ketika melihat banyaknya orang di sekitar ku berlalu lalang.
Ya mau bagaimana pun, aku dulunya adalah seorang pekerja kantoran. Yang dimana setiap harinya adalah bekerja, bekerja, dan bekerja seharian penuh.
Belum lagi jika dokumen yang ku kerjakan salah (dimata ketua divisi) , aku harus merevisi dan menyempurnakan lagi. Lalu setelahnya di tolak lagi...
Tidak ada waktu untuk sekedar bercengkrama dengan orang lain, terutama teman teman kerja ku yang lain. Padahal kita berada di satu tempat, namun tidak ada yang saling kenal satu sama lain.
Dasar budak perusahaan!!
Berbeda dari perkumpulan sebelumnya, seperti ujian masuk atau pertempuran uji pedang dan sihir. Ini adalah perkumpulan santai. Dimana semua orang saling berkenalan satu sama lain. Tentu saja aku merasa mual.
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasíaSeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
