Bab 24

7.1K 817 12
                                        

Pagi hari yang cerah, ada banyak orang-orang dan kereta kuda yang berlalu lalang di gerbang Akademi Nethearl.

Hari ini adalah hari dimana ujian masuk untuk mahasiswa baru Akademi Nethearl di mulai.

Aku bersama Mika dan Vance mengamati orang-orang yang masuk ke dalam gerbang utama Akademi sembari duduk di atas menara yang berada tak jauh dari gerbang utama Akademi.

"Sepertinya tahun ini ada lebih banyak yang mendaftar dibandingkan tahun lalu," ucap Mika.

Aku menjawab dengan tangan yang memegang kertas, "Benar, ada sekitar 40rb lebih pendaftar tahun ini."

"40rb lebih?! Itu gila... Pantas saja kau masih saja mengurusi kertas-kertas itu di pagi hari yang cerah ini, malang sekali~"

"Ya begitulah..."

Sedangkan Vance hanya mendengarkan dalam diam.

"Bagaimana dengan Felix?" tanya ku penasaran.

"Dia mendaftarkan diri sebagai swordsman di suatu guild besar yang berada di Kekaisaran."

"Guild? Apakah itu guild 'Raks' yang terkenal itu?"

"Betul!! Bagaimana kau tahu nama guild itu?"

Mika menatap ku dengan tajam, pasalnya guild itu memang terkenal, namun hanya beberapa bangsawan besar saja yang mengetahui nama asli guild itu.

Mika saja mengetahui nama asli guild itu karena ayah nya yang pernah menggunakan jasa guild itu.

Aku mengalihkan perhatian ku ke segala arah, menghindari tatapan tajam milik Mika.

"Umm... Itu... Vance, apa kau merasa lapar??" tanya ku kepada Vance, mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.

"Kau buta ya? Lihat, mulut anak mu penuh dengan camilan dan kau bertanya apakah dia merasa lapar?!" jawab Mika dengan nada tinggi.

'Gawat!!' batin ku panik.

"Cepat beritahu aku bagaimana kau bisa mengetahuinya!!" ucap Mika sembari memajukan wajahnya ke arah ku.

Aku sedikit memundurkan tubuh ku sembari mengangkat tangan ku rendah, mata ku mengelak tatapan yang di berikan sang lawan bicara.

"Umm... Aku... Ak-

Boomm!!!

"?!!"

Aku dan Mika dengan reflek mengalihkan perhatian mereka ke asal suara tersebut.

Ramai orang-orang yang sedang mengelilingi tiga pemuda yang berada di tengah-tengah lingkaran tersebut.

Terlihat dua orang pemuda dengan pakaian mewah dan satu pemuda dengan pakaian biasa namun rapih saling berhadapan.

Dua pemuda dengan pakaian mewah tersebut mengeluarkan sihir mereka masing-masing. Sedangkan pemuda dengan pakaian biasa tersebut terlihat siaga.

"... Apa yang kalian inginkan?" tanya pemuda dengan pakaian biasa tersebut dengan datar.

"Heh? Kau masih bertanya yang kami inginkan?! Tentu saja untuk menghajar mu!!" Sahut salah satu pemuda berpakaian mewah.

"Kenapa?" tanya pemuda berpakaian biasa itu lagi.

"Kenapa kau bilang? Tidak ada tempat untuk anak haram seperti mu di Akademi yang elit dan terkenal ini!! Benar bukan semua?!" Seru pemuda berpakaian mewah yang lainnya.

Orang-orang yang mengelilingi mereka mulai saling berbisik satu sama lain.

"Bukankah dia si 'anak haram' keluarga Marquess Lupine, salah satu keluarga yang memiliki sihir langka, yaitu bulan dan bintang itu?"

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang